Ini Kemampuan LPD Pesanan TNI Angkatan Laut

Teknisi memotong plat baja untuk pembuatan Kapal Landing Platform Dock (LPD) pesanan TNI Angkatan Laut di PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/4/2017). Pesanan kapal dengan panjang sekitar 124 Meter dan lebar 21 Meter tersebut untuk memperkuat dan mendukung armada Republik Indonesia. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
TNI Angkatan Laut kembali memesan kapal perang ke PT PAL Indonesia, dan kali ini tetap pada jenis Landing Platform Dock (LPD) dengan beberapa tambahan teknologi di dalamnya.

Kapal yang dipesan TNI Angkatan Laut kali ini memiliki panjang kurang dari produksi LPD sebelumnya, namun mempunyai keunggulan kapasitas pengangkutan yang lebih besar.

Total panjang kapal sekitar 124 meter dan memiliki lebar 21 meter. Kapal yang mampu mengangkut pasukan beserta ‘crew’ sebanyak 771 personel ini bisa berlayar selama 15 hari dengan kecepatan maksimal 16 knot.

Digerakkan dengan 2 mesin setara 3.900 Hourse Power (HP), dan bobot penuh sebesar 7.200 ton, serta dapat menjangkau jarak sepanjang 10.000 mil laut.

Selain itu, juga mampu menampung tiga Helikopter “standby”, dan dilengkapi kekuatan medis, serta dapat menjalankan operasi kemanusian (non-militer).

Kapal juga mampu membawa serta empat kapal, terdiri dari dua jenis kapal pengangkut pasukan batalyon dan dua kapal pengangkut pasukan patroli militer.

Pada saat terjadi musibah dan bencana, kapal juga mampu menjalankan misi kemanusiaan baik secara evakuasi, pencarian, penyelamatan bahkan funsi administrasi pemerintahan yang bergerak.

Ditargetkan, kapal ini dapat diselesaikan dalam waktu 23 bulan, dan diharapkan mampu membantu dalam tugas kemiliteran dan non-kemiliteran TNI Angkatan Laut.

Sebelumnya, kapal jenis LPD yang dipesan memiliki panjang 125 meter melalui “Transfer of Technology” (TOT), dan kini dikembangkan menjadi “Strategic Sealift Vessel” (SSV) 123 meter dan LPD 124 meter.

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh di Surabaya Jumat, mengatakan bahwa pesanan TNI Angkatan Laut ini merupakan lanjutan dari kontrak kerja Nomor KTR/03/02-49/I/2017/Disadal pada 11 Januari 2017.

Sumber: Antara