Tidak Gratis, Trump Minta Korea Selatan Bayar 1 Milyar untuk Sistem THAAD

Photo : ChinaFokus

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia ingin Korea Selatan membayar biaya sebesar US$ 1 miliar untuk penyebaran sistem pertahanan anti missile THAAD yang kini ditempatkan di Korea Selatan..

Trump menyatakannya saat wawancara dengan Reuters di kantornya pada hari Kamis waktu setempat, sehari setelah komponen utama dari baterai Terminal High Altitude Area Defense (Thaad) dipasang pada sebuah lapangan golf di Seongju, Gyeongsang Utara.

” Sistem Thaad, ini sekitar satu miliar dolar. Saya katakan, mengapa kita membayar? Mengapa kita yang membayar satu miliar dolar? Kami melindungi (Korea Selatan). Mengapa kita yang harus membayar satu miliar dolar? ‘”Kata Trump yang menambahkan seharusnya akan lebih tepat jika Korea Selatan yang membayarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Korea Selatan tidak diberitahu mengenai niat tersebut dari pemerintah A.S dan tidak ada perubahan dalam persyaratan kesepakatan Perjanjian bilateral Status of Forces Agreement (SOFA).

“Pemerintah Korea berdiri berdasarkan kesepakatan di SOFA, karena pemerintah Korea menyediakan lahan dan infrastruktur pangkalan, sementara pemerintah AS membayar biaya untuk pemeliharaan militernya di sini,” kata Kementerian Pertahanan Nasional Korea Jumat hari ini.

Perjanjian SOFA, yang ditandatangani antara pemerintah A.S. dan Korea pada tahun 1966, mengatur status hukum prajurit A.S. yang ditempatkan di Korea Selatan.

Sementara itu pihak Parlemen Korea Selatan menentang keras pembayaran penempatan sistem THAAD oleh Korea Selatan, bahkan beberapa anggota parlemen berusaha membatalkan kesepakatan mengenai Thaad.

“Kami lebih suka pemerintah AS mengambil kembali baterai Thaad jika membuat pemerintah Korea Selatan membayarnya,” kata Rep. Sim Sang-jeung dari Partai Keadilan, yang juga merupakan kandidat untuk pemilihan presiden, dalam sebuah pidato kampanye pada hari Jumat di Universitas Hongik di barat Seoul. ” Korea Selatan bukan yang memohon (diberikan) Thaad.”

KoreaTimes