China dan Rusia Tak Berdaya Hadapi Perisai Rudal Global AS

Rudal balistik antar benua (ICBM) DongFeng-5 (DF-5B) Angkatan Bersenjata China. © China Military

China dan Rusia bersama-sama menuduh Amerika membangun sistem perisai rudal global, yang mencakup THAAD di Asia dan Sistem Pertahanan Rudal NATO di wilayah Eropa yang menghilangkan kemampuan mereka untuk meluncurkan serangan rudal nuklir kejutan ke AS dan sekutu-sekutunya sementara memungkinkan serangan nuklir besar-besaran kedua oleh Amerika Serikat, seperti dilansir dari China Military.

Mayjend Cai Jun, wakil direktur Biro Operasi Tempur di bawah Departemen Staf Gabungan Komisi Militer Pusat (CMC), mengklaim bahwa pengembangan sistem anti rudal global pasti akan memperburuk lingkungan keamanan internasional.

Mayjend Cai Jun menyampaikan tuduhan ini pada Konferensi Keamanan Internasional yang diselenggarakan di Moskow beberapa hari yang lalu bahwa AS dan negara-negara lain secara sepihak telah memperkuat penyebaran sistem anti-rudal global sebenarnya hanya mencari superioritas militer unilateral secara mutlak.

Langkah AS dalam mendorong superioritas militernya tersebut akan semakin memperparah ketegangan dikawasan, menyebabkan konfrontasi lokal dan pada akhirnya akan berdampak hancurnya stabilitas strategis global dan regional, menurut Jenderal Cai.

Cai Jun menegaskan kembali, bahwa “China dengan tegas menentang penyebaran THAAD”. Dia menyebut bahwa alasan sebenarnya mengapa AS menginginkan sistem THAAD di Korea Selatan adalah untuk mewujudkan sistem anti rudal globalnya dan juga membangun blokade pertahanan anti rudal China dan Rusia, sehingga dapat melemahkan kapasitas strategis baik China maupun Rusia.

Mayjend Cai mengatakan bahw China dan Rusia akan mengambil langkah lebih lanjut untuk melindungi kepentingan keamanan dan keseimbangan strategis regional mereka.

Sementara itu Letnan Jenderal Viktor Poznihir, wakil kepala staf Angkatan Bersenjata Rusia untuk Direktorat Operasional Utama telah menuduh bahwa penggelaran sistem anti rudal di AS dan Eropa maupun Asia Pasifik oleh AS akan merusak keseimbangan kekuatan strategis, mengurangi ambang penggunaan senjata nuklir, mengancam keamanan aktivitas ruang dan memicu perlombaan senjata baru.

Dia juga mengatakan bahwa penerapan sistem anti rudal untuk menghadapi ancaman nuklir dari Iran dan Korea Utara akan membahayakan keamanan strategis China dan Rusia.