Rusia Siaga Penuh Setelah Korea Utara Luncurkan Rudal

Bastion, sistem pertahanan pesisir di Primorsky, wilayah Timur Jauh Rusia. © Vitaliy Ankov

MOSKOW – Korea Utara diyakini telah meluncurkan rudal balistik jarak menengah KN-17 pada hari Sabtu dari sebuah lokasi di sebelah utara Pyongyang. Jepang , Korea Selatan dan Amerika Serikat mengatakan bahwa pengujian tersebut tampaknya telah gagal setelah rudal tersebut pecah di wilayah Korea Utara, seperti dilansir dari Sputnik News.

“Jelas, setiap peluncuran semacam itu bukanlah langkah untuk menghilangkan ketegangan, sebaliknya justru malah memperkuat, meningkatkan bahaya konflik militer, pertimbangan kehadiran kapal perang AS di Laut Jepang”, kata senator Rusia, Victor Ozerov.

Sumber Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan bahwa setelah peluncuran rudal Korut itu, kapal induk USS Carl Vinson telah bergerak menuju Selat Tsushima dan memasuki Laut Jepang. Armada tersebut dilaporkan telah ditempatkan di semenanjung Korea setelah Korea Utara pamer kekuatan.

Ozerov menambahkan bahwa pertahanan udara Rusia di wilayah Timur Jauh telah mendapat peringatan tinggi di tengah peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korea Utara, pihak Rusia mengendalikan wilayah udara di seluruh negeri.

“Rusia terus mengikuti perkembangan di Korea Utara, pertahanan udara Federasi Rusia di Timur Jauh telah siaga penuh, kami mengendalikan wilayah udara yang berada di zona tanggung jawab Angkatan Udara Rusia”, kata senator tersebut.

Dia juga mengatakan bila Rusia menyadari bahwa ini tidak ditargetkan oleh peluncuran rudal Pyongyang, akan melakukan segala upaya untuk mencegah rudal yang tidak disengaja agar tidak mendarat di wilayah Rusia dalam hal situasi yang luar biasa.