Seoul Tolak Negosiasi Ulang Biaya Pengerahan THAAD

Sistem rudal THAAD. © Yonhap News

Korea Selatan telah menolak kemungkinan negosiasi ulang untuk berbagi biaya sebesar US $ 1 miliar yang telah dikeluarkan oleh AS untuk menerapkan sistem pertahanan rudal Thaad di atas tanah negara Asia Timur tersebut, seperti dilansir dari Yonhap News.

“Menurut saya ini tidak perlu di negosiasikan lagi”, menurut Moon Sang-Gyun, juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Hal tersebut telah menjadi topik yang sangat sering dibahas sejak Presiden AS Donald Trump berkata dalam sebuah wawancara pekan lalu bahwa dia meminta Seoul untuk membayarnya, diperkirakan mencapai US $ 1 miliar.

Pasukan AS di Korea Selatan (USFK) telah memasang komponen utama senjata baru di bekas lapangan golf Seongju, provinsi Gyeongsang Utara, di bawah kesepakatan tahun 2016 yang kontroversial dengan Korea Selatan.

“Posisi THAAD di semenanjung Korea adalah suatu keharusan untuk membantu dalam upaya menggagalkan ambisi nuklir dan rudal Korea Utara”, kata USFK.

Meski pihak Korea Selatan setuju untuk menyediakan lahan bagi penempatan sistem THAAD tersebut dan AS telah mengatakan akan bertanggung jawab mendanai instalasi dan perawatan tersebut, lagipula bukan kami [Korsel] yang mengoperasikannya, melainkan mereka [AS].

Kesepakatan tersebut telah dicapai sesuai dengan Perjanjian Status Pertahanan bilateral yang mengharuskan USFK untuk membayar pengoperasian senjata sendiri di negara tersebut, kata Moon. Dokumen kesepakatan tahun lalu diklasifikasikan, tambahnya.

Sikap tegas itu diambil oleh Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengenai masalah biaya THAAD setelah Penasihat Keamanan AS Jenderal H. R. McMaster mengatakan kepada Fox News bahwa pemerintahnya menghormati kesepakatan tersebut, namun sebelumnya akan di lakukan “negosiasi ulang”.

Presiden AS Donald Trump, mantan taipan itu berusaha untuk “sama-sama berbagi ikatan, berbagi tanggung jawab” dengan Korea Selatan dan sekutu Amerika lainnya, menurut H. R. McMaster menambahkan.

Pejabat Kementerian Pertahanan telah membuat jelas bahwa tidak mungkin untuk merevisi kontrak tersebut tanpa merevisi SOFA mengenai hak hukum dan rincian lain dari pasukan Amerika Serikat di sini dan mengenai status kehadiran mereka.

Perhatian telah berkembang, di antara warga Korea Selatan bahwa penyebaran THAAD pada akhirnya akan meningkatkan beban keuangan mereka. AS berencana untuk segera memulai negosiasi terpisah tahun depan untuk berbagi beban keuangan pada penempatan USFK.

Kontrak lima tahun saat ini, telah meminta Seoul untuk membayar 920 miliar won atau US $ 809 juta setiap tahun atas penempatan pasukan AS di Korea Selatan, dan kontrak tersebut akan berakhir pada tahun 2018.

Berkenaan dengan dukungan keuangan Korea Selatan, Moon mengatakan, pemerintah akan bernegosiasi dengan AS tentang jumlah yang tepat dengan melakukan tinjauan menyeluruh terhadap berbagai elemen termasuk situasi keamanan, kontribusi USFK di Korea Selatan, kemampuan keuangan Seoul dan juga kondisi stabil untuk kehadiran prajurit AS.