Perang Suriah : Iran Terus Kirim Penasehat Militer

Pesawat tempur MiG-21 miiter Suriah di Hama airbase, Hama, Suriah. (Sputniknews.com/ DMITRIY VINOGRADOV )

Beirut – Iran akan mengirim penasihat militer ke Suriah selama diperlukan untuk mendukung pasukan Presiden Bashar al Assad, ujar petinggi pengawal revolusi Iran, 2/5/2017.

Iran memberikan dukungan militer kepada pasukan Bashar setidak-tidaknya sejak tahun 2012. Mereka awalnya tidak berbicara terbuka tentang peran tersebut. Namun, saat dukungan militer meningkat dan korban jatuh dari pihak Iran juga meningkat, pihak berwenang Iran mulai berbicara lebih terbuka.

“Bantuan penasihat tidak hanya di bidang perencanaan tapi juga pada teknik dan taktik,” kata kantor berita Fars mengutip keterangan Mohammad Pakpour, kepala Garda Revolusi.

“Oleh karena itu, kekuatan harus hadir di medan perang,” ujarnya.

“Kami akan melanjutkan bantuan penasehat kami selama mereka membutuhkannya,” tambahnya.

Pejabat Iran mengatakan pada akhir tahun lalu bahwa lebih dari 1.000 warga Iran terbunuh dalam perang saudara Suriah, termasuk beberapa komandan tinggi Garda Revolusi, menurut laporan media Iran.

Iran membantu melatih dan mengatur ribuan petempur Syiah dari Irak, Afghanistan dan Pakistan dalam konflik Suriah, kelompok petempur Hizbullah Lebanon juga bekerja sama dengan komandan militer Iran di Suriah.

Pakpour mengatakan pasukan darat Garda Revolusi berada di Suriah untuk membantu pasukan Quds, cabang Garda yang bertanggung jawab atas operasi di luar perbatasan Iran.

“Ada koordinasi yang sangat erat antara tentara Suriah dan penasihat Garda Revolusi,” ujar Pakpour.

Iran dan Rusia merupakan sekutu utama Bashar dalam konflik di Suriah, sedangkan Amerika Serikat, Turki, Arab Saudi dan negara lain Teluk Arab, mendukung kelompok oposisi yang berusaha menggulingkannya.

Antara/Reuters