Pertamina Siapkan Pasokan BBM Bandara Kertajati

Maket proyek pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, (Antara/Yudhi Mahatma)

Pertamina Siapkan Pasokan BBM Bandara Kertajati 1

Jakarta – PT Pertamina bekerja sama dengan PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) menandatangani kerja sama pembangunan dan pengelolaan Depot Pengisian bahan bakar Pesawat Udara (DPPU) di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

Perjanjian kerja sama ditandatangani Wakil Presiden Aviasi Petamina Dani Adrianata dan Direktur Pengembangan Bisnis dan Investasi BIJB Erwin Syahputra, serta disaksikan Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar serta Direktur Utama BIJB Virda Dimas Ekaputra, Kamis, 4/5/2017.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan kerja sama ini merupakan komitmen dan sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMn) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk tahap awal, akan dimulai pengisisan sebanyak 300-400 kiloliter per hari dalam kontrak perjanjian selama 30 tahun.

“Mulai itu biasanya 20 hari jadi, ada 8.000 kiloliter dan kapasitas total itu sampai 12.000 kiloliter,” ujarnya.

Selain itu, Pertamina akan menerapkan proses pengisian bahan bakar melalui metode “hydran system” yang akan menggunakan sistem pipa bawah tanah dari DPPU ke tempat parkir pesawat (parking stand) seperti di Bandara Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, Kualanamu dan Juanda.

“Perlu saya sampaikan bahwa perkembangan aviasi ini sangat menjanjikan karena tumbuh signifikan,” ujarnya.

Di tengah dampak perlambatan ekonomi dunia, dunia aviasi masih menunjukan pertumbuhan yang sangat signifikan.

“Yang berdampak inflasi Lebaran itu penerbangan, (transportasi) darat sempat turun, artinya daya beli masyarakat signifikan ke sana (penerbangan),” katanya.

Iskandar mengatakan akan menjamin ketersediaan bahan bakar untuk pesawat atau avtur di seluruh Indonesia.

“Supaya tidak ada kegagalan dalam pelayanan kita, ada memang beberapa suatu misi untuk membangun DPPU perintis dan kita tetap jalankan misi itu,” ujarnya.

Direktur Utama Virda Dimas Ekaputra mengatakan kerja sama ini merupakan kelanjutan kerja sama yang telah dilakukan Dirut Pertamina dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Secara keseluruhan pembangunan konstruksi sisi udara maupun sisi darat sudah mencapai 40 persen dengan progres pembangunan DPPU Pertamina 70 persen.

“Sesuai harapan Menteri Perhubungan kita akan mengupayakan pada bulan kedua 2018 bandara ini bisa beroperasi, kami upayakan seoptimal mungkin tenaga yang ada untuk mensukseskan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, BIJB juga telah menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan akan menjalin kerja sama yang serupa dengan PT Aerofood ACS.

Antara

Leave a Reply