Korea Utara: “CIA Gunakan Zat Radioaktif Racun-Nano Dalam Upaya Membunuh Kim”

Seabees yang bertugas di Naval Mobile Construction Battalion (NMCB) FORTY melakukan latihan perang Kimia, Biologi dan Radiologi (CBR). © US Navy

Pyongyang telah mengklaim bahwa Badan Intelijen Pusat AS (CIA) telah menggunakan agen biokimia radioaktif “racun nano” dalam usaha untuk membunuh pemimpin negara mereka Kim Jong Un, seperti dilansir dari Defence World.

Kantor berita resmi Korea Utara pada hari Jumat, 7 Mei lalu telah menuduh agen mata-mata AS dan Korea Selatan melakukan percobaan pembunuhan terhadap pemimpin Kim Jong Un yang melibatkan senjata biokimia.

Badan mata-mata AS tersebut pada bulan Juni 2014 “secara ideologi merusak dan menyuap” seorang warga Korea Utara yang bekerja di Rusia untuk melakukan pembunuhan terhadap Kim setelah ia kembali ke negaranya, menurut laporan yang mengutip sumber Departemen Dalam Negeri Korea Utara.

Selanjutnya, para agen Korea Selatan memberi uang dan peralatan komunikasi satelit kepada warga Korea Utara untuk membunuh Kim dalam sebuah acara publik menggunakan senjata biokimia seperti zat radioaktif atau mengandung “racun nano”, menurut sumber tersebut seperti dikutip oleh KCNA.

“Setelah serangkaian kontak dan pembayaran, agen mata-mata tersebut mengatakan kepada warga Korea Utara bulan lalu bahwa jenis zat biokimia itu telah ditetapkan dan akan dipasok oleh CIA”, tambah sumber itu.

KCNA tidak menyebutkan bagaimana dugaan rencana tersebut bisa bocor juga tak menyebut nama tersangka dari Korea Utara. Apalagi, dan bahkan tidak ada disebutkan kalau ada yang telah ditahan.

“Kami akan menemukan dan menghancurkan tanpa ampun teroris CIA dan badan intelijen Korea Selatan yang bertanggung jawab pada rencana pembunuhan pemimpin tertingginya”, ujar Menteri Pertahanan Korea Utara.

Dugaan rencana menggunakan agen biokimia pada anggota keluarga penguasa Korea Utara menyerupai pembunuhan yang terjadi awal tahun ini dengan sasaran saudara tiri Kim Jong Un di sebuah bandara di Malaysia.

Serangan tersebut, dengan menggunakan agen biokimia VX, yang secara luas menuduh Korea Utara dan menyebabkan seruan di Amerika Serikat untuk memasukkan Korea Utara sebagai negara sponsor terorisme. Namun Korea Utara dengan tegas membantah keterlibatannya.