The Royal College of Defense Studies Pelajari Kemaritiman RI

Kapal Perang KCR-40 TNI AL (palindomarine.co.id)

Jakarta – Sejumlah anggota delegasi dari The Royal College of Defense Studies Inggris mengunjungi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk melakukan studi dan berdiskusi tentang strategi hubungan internasional, khususnya bidang kemaritiman dengan Pemerintah Indonesia.

Dalam siaran pers di Jakarta, 16/5/2017, Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno menerima delegasi yang terdiri dari 12 negara, antara lain Inggris, India, Pakistan, dan Bangladesh di Jakarta, Senin.

Kepada delegasi lembaga serupa Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) itu, Havas menjelaskan letak geografis Indonesia beserta hambatan dan tantangan dalam menjaga keamanan teritorial dan mengolah kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.

Dengan luas perairan yang mencapai 75 persen dari total wilayah, Indonesia menghadapi banyak tantangan dan ancaman di bidang kemaritiman.

“Kami menghadapi masalah serius tentang illegal fishing, penyelundupan manusia, penyelundupan senjata, tindak kekerasan di laut dan lain-lain,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal ini, Havas menceritakan bahwa Indonesia telah membuat sebuah kebijakan kelautan yang dijadikan petunjuk oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk menyusun kebijakan kelautan.

“Sebagai implementasi kebijakan itu, pemerintah telah menyusun rencana aksi yang sangat spesifik mengangkut program prioritas dalam bidang kelautan yang termasuk di dalamnya ada program kemaritiman,” ungkapnya.

Tak hanya itu, sambung Havas, dalam rencana aksi juga dicantumkan soal anggaran serta kementerian/lembaga yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program.

Lebih jauh, mantan Dubes RI untuk Belgia ini mengatakan bahwa kini pemerintah RI sedang fokus dalam membangun sektor kemaritiman dan kelautan.

“Indonesia akan berfokus pada masalah konektivitas antarpulau dan eksplorasi hasil bumi. Selain akan mencari kemanfaatan dari lautan kita, kami juga akan fokus dan terbuka mengadakan studi mengenai kemaritiman dengan berbagai negara, demi membangun kesepahaman dan rasa persaudaraan antarnegara,” ujarnya.

Ketua Delegasi The Royal College of Defence Studies Rear Admiral Kingswell mengaku kagum atas apa yang telah dilakukan oleh Indonesia.

Ia menilai studi dan diskusi bersama mengenai hubungan internasional dan kemaritiman ini sangat positif.

“Ini adalah penghargaan bagi kami dapat berkunjung ke sini, kami melihat keunikan dari letak geografis Indonesia yang sangat luar biasa. Apalagi dengan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia, kami rasa pertemuan ini sangat baik dan bisa memberikan gamabaran bagaimana sebenarnya kemaritiman Indonesia dapat berkembang lebih pesat lagi,” katanya.

Pertemuan yang baru pertama kali diadakan itu merupakan agenda kunjungan studi banding The Royal College of Defence Studies ke tiga negara, yakni Indonesia, Jepang dan China.

Selain studi mengenai kawasan dan wilayah, diskusi ini juga membahas isu pertahanan (surveillance) dan juga strategi kemaritiman demi menumbuhkan perekonomian.

Antara