Indonesia Jajaki Pembelian Antonov An-70

Sebuah pesawat Antonov An-70 sedang takeoff. (commons wikimedia/Marianivka)

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon melakukan pertemuan dengan Deputi Menteri Pertahanan Ukraina Ivan Rusnak untuk membahas perkembangan isu pertahanan Ukraina, termasuk upaya penguatan kerja sama kedua negara. Pertemuan tersebut dilakukan sehari sebelum menghadiri Global Open Parliament Conference di Ukraina.

Ivan Rusnak menyambut baik hubungan kedua negara yang makin meningkat, termasuk kerjasama teknis di bidang militer. Dia juga mendukung peningkatan kerjasama industri pertahanan dengan Indonesia. Menurutnya, teknologi alat-alat pertahanan yang dimiliki Ukraina dapat mendukung kebutuhan Alutsista Indonesia.

Terkait peningkatan kerja sama pertahanan, dari sisi parlemen, Fadli Zon akan mendorong agar Agreement on Defense Cooperation antara Indonesia-Ukraina yang sudah ditandatangani pada 2016, dapat terealisasi. Salah satunya adalah kerja sama teknis di bidang pertahanan.

Pertemuan ini sekaligus sebagai bagian dari aktifitas diplomasi DPR atas kerja sama teknis pertahanan yang sudah dilakukan Indonesia-Ukraina, antara lain perawatan engine pesawat Sukhoi, pembelian kendaraan amphibi BMP 3F Marinir ,dan 5 unit BTR-4M. Saat ini juga pihak pemerintah melalui instansi terkait sedang menjajaki pembelian pesawat Antonov An-70.

Calon Pengganti C-130 yang Uzur

Pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara. (Baron F Hussein)

TNI Angkatan Udara telah berencana mengganti pesawat angkut Hercules C-130 yang sudah uzur.

Dalam kajian yang dikirim ke Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Udara mengincar dua jenis pesawat angkut kelas berat, yakni Airbus A400M Atlas dan Antonov An-70. Soal harga masing-masing merupakan ranah Kementerian Pertahanan.

Penggantian pesawat Hercules masuk program modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI bertajuk Minimum Essential Force (MEF).

Pesawat angkut berat merupakan salah satu Alutsista penting untuk TNI Angkatan Udara. Pesawat jenis ini tak hanya digunakan untuk misi militer, tetapi juga untuk misi kemanusiaan, seperti mengirim bantuan bila ada bencana alam.

Sumber: JPNN

Tinggalkan komentar