AS Gugup Karena Drone Iran Berputar di Atas Kapal Induknya

Sebuah demonstran drone tempur (UCAS) X-47B terbang didekat kapal induk USS George H. W. Bush. © US Navy

Drone Iran dikabarkan telah terbang melintas di atas kapal induk USS George H. W. Bush yang dikirim ke Teluk Persia sebagai bagian dalam upaya anti-teroris Washington di Timur Tengah, seperti dilansir oleh Sputnik News.

Menurut analis politik Ilya Plekhanov, meskipun drone yang dikirimkan oleh Iran tersebut hanya untuk misi pengintaian, namun hal itu telah berhasil membuat Pentagon gugup.

“Militer AS menggunakan kapal induk untuk melancarkan serangan udara pada ISIS di Irak dan Suriah. Tapi militer Iran menggunakan drone untuk mengintai operasi ini, sehingga militer AS menjadi uring-uringan akibat tak bisa melakukan apapun karena mereka sama-sama berada di perairan internasional” kata Ilya Plekhanov.

Drone Iran pertama yang memata-matai kapal Angkatan Laut AS pada tahun 2012. Dalam beberapa bulan terakhir, pertemuan serupa terjadi hampir setiap hari.

Pada awal Mei lalu, Kapten Will Pennington, perwira yang bertugas USS George H.W. Bush, mengatakan kepada Military.com bahwa drone Iran tersebut tidak kecil, tetapi UAV yang dikendalikan oleh radio yang dimaksudkan untuk pengintaian. Dia juga mengatakan bahwa kapal induk memiliki banyak perlengkapan untuk melindungi diri dari drone apapun.

“Namun, semua ini jelas membuat [Pentagon] stress. Setiap kali ada pesawat tak berawak mendekati kapal induk maka personel Angkatan Laut AS memandang hal tersebut sebagai situasi tempur yang potensial”, menurut Plekhanov.

Meski kapal induk mempunyai sistem pertahanan yang tangguh, namun Pennington belum siap untuk menembak jatuh UAV itu, karena langkah tersebut dapat menyebabkan eskalasi hubungan yang telah tegang dengan Teheran akan semakin parah. Dapat mengubah situasi strategis di kawasan tersebut.

Plekhanov menambahkan, bahwa USS George H.W. Bush tidak mungkin menembak UAV Iran, karena Teheran tidak menggunakannya untuk menyerang kapal tersebut. Terlebih, meski melakukan pengintaian dari jarak dekat, militer Iran tak mungkin mendapatkan data rahasia.

Sharing

Tinggalkan komentar