Diduga Illegal Fishing, KRI Multatuli–561 Tangkap KM Sinar–2

Kapal ikan dengan ABK orang asing ditangkap KRI Multatuli-561 di perairan Laut Seram. (koarmatim.tnial.mil.id)
KRI Multatuli–561 menangkap kapal ikan KM Sinar–2 beserta anak buah kapalnya yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Indonesia.

Penangkapan berawal dari informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan bahwa ada kapal ikan yang ABKnya berkewarganegaraan asing di wilayah perairan Laut Seram, sebelah utara Pulau Seram Maluku pada posisi 02º 40´ 400” S / 128º 36´ 200” T , Rabu (24/5). Mendapat informasi tersebut, KRI Multatuli–561 segera bergerak menuju daerah operasi tersebut.

Pada saat echo di radar JRC KRI Multatuli–561 pada jarak sekitar 5 nautikal mil, jaga radar melaporkan ke Perwira Jaga. Setelah didekati, ditemukan kontak kapal ikan Indonesia, yang selanjutnya dilaporkan kepada Komandan KRI Multatuli–561 Kolonel Laut (P) Anung Sutanto. Pada jarak 1000 yards diketahui kontak tersebut adalah kapal ikan KM. Sinar–2.

Komandan KRI segera mengambil alih manuver kapal dan memerintahkan peran tempur bahaya permukaan yang dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledahan. Penangkapan kapal yang diduga melakukan kegiatan illegal fishing ini sempat diwarnai dengan aksi kejar-kejaran.

Setelah KRI merapat di KM. Sinar–2, tim pemeriksa dari KRI langsung melaksanakan pemeriksaan. Kapal ikan yang berbobot sekitar 16 GT ini merupakan kapal ikan berbendera Indonesia dengan 4 ABK termasuk nahkoda.

Tim Pemeriksa kemudian menunjukkan surat perintah pemeriksaan kapal kepada nahkoda KM. Sinar–2 serta membawa nahkoda menuju anjungan kapal. Setelah kapal diperiksa, ditemukan bukti–bukti bahwa kapal tersebut melakukan tindak pidana pelanggaran yaitu Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI) tidak ada, Ijazah Kecakapan Nahkoda tidak sesuai, Alat Keselamatan di kapal tidak ada dan didapati salah seorang ABK berada di Indonesia secara tidak sah dengan menggunakan KTP palsu.

KM. Sinar-2 kemudian dikawal menuju Lantamal IX guna melaksanakan proses hukum lebih lanjut. Hal ini merupakan tindakan tegas TNI Angkatan Laut kepada kapal ikan yang melaksanakan illegal sishing maupun pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia.

Sumber: koarmatim.tnial.mil.id