Waspadai ISIS, TNI AD Siaga di Wilayah Perbatasan

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono memberikan arahan kepada prajurit di Batalyon 725 Woroagi di Desa Boroboro, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (26/4/2017). Mulyono meminta kepada seluruh prajurit terus mempertahankan keuntuhan wilayah negara kesatuan RI, menegakkan kedaulatan negara serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. (ANTARA FOTO/Jojon)

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Mulyono, mengatakan bahwa pihaknya mewaspadai dampak dari konflik militer Filipina dan militan ISIS di Marawi, Filipina selatan.

“Kita waspada harus siap siaga. Terlebih masuknya jaringan teror melalui celah-celah wilayah perbatasan NKRI,” ujar Kasad di Mabes AD, Jakarta Pusat, Selasa.

Jenderal Mulyono tidak menjelaskan berapa pasukan yang disiapkan di wilayah perbatasan NKRI dengan negara tetangga, seperti Filipina.

“Kita harus waspada, kita harus siap siaga, semua jaringan deteksi dini, cegah dini kita siapkan di seluruh wilayah NKRI. Antisipasi itu di manapun kita berada, karena kita tahu teroris akan muncul, semua jajaran AD harus waspada dan siap siaga untuk deteksi dini,” kata Jenderal Mulyono.

Sebelumnya, militer dan aparat kepolisian Filipina baku tembak dengan sekelompok orang yang diduga ISIS di wilayah Marawi, Filipina.

Bentrokan terjadi pada Selasa (23/5) waktu setempat, saat tentara Filipina melakukan penggerebekan terhadap kelompok militan Maute yang mengaitkan diri dengan kelompok radikal ISIS.

Soal peran TNI dalam penanggulangan terorisme, Jenderal Mulyono menilai prajurit TNI Angkatan Darat siap digerakkan. “Kalau TNI AD dilibatkan, ikut saja,” katanya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya ingin TNI dapat terlibat dalam praktik antiterorisme. Presiden pun meminta hal itu dimasukkan ke dalam Rancangan Undang-Undang Terorisme yang hingga kini masih dibahas di DPR RI.

Sumber: Antara

Tinggalkan komentar