Militer AS Banyak Berlatih Menggunakan Video Game

© Defence Blog

Pelatihan militer selalu menjadi masalah yang rumit, karena sulit menggambarkan situasi di medan perang secara akurat. Sementara, beberapa taktik yang ada tidak terwakili sama sekali, yang lain hampir tak bisa mengatasi akurasi mereka.

Seperti dilansir dari Defence Blog, saat ini banyak video game digunakan untuk memberikan wawasan kepada para tentara tentang dunia perang yang sesungguhnya.

Multipurpose Arcade Combat Simulator (MACS)

Personil militer sedang berlatih menembak © SNES Central

Ini bukanlah teknologi yang baru sama sekali, telah dikeluarkan untuk SNES di tahun 90-an. Video game itu datang dengan senapan ringan dan dikembangkan bersamaan-sama dengan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.

Tidak hanya mengizinkan tentara AS berlatih, tetapi juga untuk menilai kemampuan mereka seperti yang mereka lakukan.

Video game tersebut memungkinkan seorang prajurit menggunakan perangkat ringan untuk meningkatkan akurasi dan latihan mereka dalam berbagai skenario. Ini merupakan simulator dasar namun tetap terbukti efektif.

Full Spectrum Warrior

Proyek lainnya yang didanai dari US Army, game ini dikembangkan untuk Xbox.

Pihak pengembang video game sebenarnya membuat dua versi yang berbeda dari game ini dan merilis versi ringan ke publik.

Namun dengan memasukkan kode, anda dapat mengakses versi lengkap dari game ini, jadi jika Anda ingin melihat perbedaan itu, silahkan masukkan kode berikut ini HA2P1PY9TUR5TLE.

Video game ini lebih sebagai versi taktis dari simulator militer, Anda lebih banyak bertugas mengendalikan kelompok dibandingkan bermain tembak-menembak secara langsung.

Mereka mengendalikan unit yang berbeda dan mereka bahkan membangun game ini dengan versi lain yang bahkan lebih tinggi dan rumit. Tujuan permainan ini adalah menunjukkan peran seorang komandan dan bagaimana membuktikannya sebagai sesuatu yang efektif.

VR Combat Training

Personil militer melakukan latihan dengan VR Combat Training © VR Society

Virtual Reality (VR) adalah realitas virtual yang mengarah pada banyak pengembang video game dan pengembang perangkat lunak militer. Jenis permainan ini telah menjadi sangat populer, karena pemain bisa benar-benar membenamkan diri mereka di dunia permainan.

VR ini sangat cocok untuk latihan militer, karena mereka dapat merasa pengalaman seperti apa medan perang sesungguhnya tanpa perlu berada dalam bahaya.

Tactical Iraqi

Permainan yang dikembang oleh Alelo sebagai Tactical Iraqi Language and Culture Training System (TILTS) ini lebih tentang mengajar kepada militer tentang bagaimana cara untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang Irak.

Video gama ini telah digunakan pada 2007 sebelum marinir AS dikirim ke daerah itu, dan ternyata sangat membantu.

Pada dasarnya, game ini mempersingkat pelatihan selama berbulan-bulan menjadi simulasi berdurasi 80 jam. Ini adalah ide yang sangat keren dan mencakup pemahaman bahasa serta isyarat.

Mereka juga memastikan semua mencakup norma-norma budaya dan hal-hal yang kadang bisa disalahartikan sebagai isyarat lain oleh orang luar. Hal ini tentu sebagai tanggung jawab untuk komunikasi yang jauh lebih baik antara mereka yang ditempatkan disana.

Personil militer AS yang ada di Fort Jackson berlatih menggunakan simulator Virtual Battlespace 2. © US Army

Virtual Battlespace 2

Video game ini mirip dengan Full Spectrum Warrior karena lebih kepada pengamatan serta berinteraksi dengan medan perang, bukan hanya mengerjakan tujuan Anda. Prajurit dapat menggunakan permainan ini untuk secara teoritis melakukan manuver di medan perang dan bekerja sebagai tim dengan banyak peserta.

Virtual Battlespace 2 digunakan sampai 2012 oleh Angkatan Darat AS dan mereka merasa itu lebih efektif daripada simulator pertempuran langsung. Bagian dari kesuksesannya yaitu kecepatan dimana tentara bisa belajar dari kesalahan mereka dan memperbaikinya dengan mengulangi permainan.

Persepsi kita tentang video game selalu berubah dan sekarang telah dianggap serius sebagai cara untuk menyampaikan informasi kepada angkatan bersenjata. Permainan-permainan ini sangat bervariasi, mengajarkan segala sesuatu mulai dari cara menembak, berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Dan masih banyak lagi yang tersembunyi di balik layar.

Bahkan para teroris dikabarkan juga ikut menggunakan video game untuk berlatih dan merekrut anggota baru.

Tinggalkan komentar