Update Korut. AS : Semua Pilihan Sudah di Depan Mata

Dok. USS Carl Vinson berlayar bersama Destroyer Jepang Samidare (DD-106) (U.S. Navy / Mass Communication Specialist 2nd Class Sean M. Castellano)

Singapura – Menteri Pertahanan Jepang pada 3/6/2017 menyatakan mendukung Amerika Serikat menggunakan kebijakan menangani Korea Utara, termasuk serangan militer, dan mengatakan Tokyo ingin membangun persekutuan lebih dalam dengan Washington, yang dapat memainkan peran keamanan kawasan.

“AS menjelaskan melalui kata dan perbuatan bahwa semua pilihan sudah di depan mata. Saya sangat mendukung sikap AS,” kata Menteri Pertahanan Jepang Tomomi Inada dalam pidato di pertemuan keamanan regional di Singapura.

Program nuklir dan peluru kendali Pyongyang, yang mengkhawatirkan, memicu ketakutan di dekat Jepang dan memantik kecaman keras Perdana Menteri Shinzo Abe.

Kapal induk helikopter dan kapal perusak Angkatan Laut Jepang menyelesaikan tiga hari pelatihan dengan dua kapal induk AS di Laut Jepang, yang di dalamnya turut dilaksanakan peragaan tempur jet F-18 milik AS dan F-15 Jepang.

Pelatihan tersebut dilaksanakan seusai tiga uji peluru kendali balistik Pyongyang dalam beberapa minggu. Dalam uji terakhir pada Senin, peluru kendali itu mencapai ketinggian 120 km sebelum jatuh ke perairan internasional di Laut Jepang, namun berada di dalam zona ekonomi eksklusif, tempat Jepang memiliki yurisdiksi mengenai eksplorasi dan eksploitasi sumber daya laut.

Selain menggunakan aliansi AS untuk mengatasi tetangganya yang berperang, Jepang juga menginginkan kemitraan militer tersebut memberi pengaruh pada wilayah lain di Asia, termasuk Laut China Selatan yang sangat diperebutkan, kata Inada.

China mengklaim hampir semua perairan yang disengketakan yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, dan kehadiran militernya yang terus meningkat telah memicu kekhawatiran di Jepang dan dunia Barat.

“Aliansi Jepang-AS yang kuat dan lama berdiri sekarang berfungsi sebagai komoditas umum yang berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan ini,” katanya.

Beijing sering bersitegang dengan AS, Jepang dan negara-negara lain untuk apa yang dilihatnya sebagai gangguan di Laut China Selatan, bersikeras bahwa negara-negara penggugat terlibat dalam perselisihan untuk menyelesaikannya.

Inada juga meminta angkatan laut Eropa untuk menyediakan dukungan fisik yang terlihat di wilayah ini.

Kapal induk serangan amfibi Prancis mengunjungi Jepang pada April setelah berlayar melewati Laut China Selatan. Militer Jepang kemudian berlatih dengan pasukan Prancis bersamaan dengan satuan AS dan Inggris, yang menurut nara sumber Reuters untuk unjuk kekuatan kepada China.

Antara /Reuters