Hari ke-8 Protes Ribuan Warga Maroko

Protes di Maroko menuntut pembebasan Nasser Zefzafi (Youssef Boudlal/Reuters]

Rabat – Selama delapan hari berturut-turut, ribuan orang telah turun ke jalan-jalan di seluruh wilayah timur-laut Maroko, menuntut pembebasan pemimpin gerakan protes, Nasser Zefzafi, 4/6/2017.

Zefzafi telah ditahan sejak Senin, setelah ia mengganggu khutbah Shalat Jumat di satu masjid di Al-Hoceima, dan menyerukan demonstrasi terus dilakukan.

Pada Senin sore, Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Banding Kota memerintahkan “dibukanya penyelidikan dan penangkapan Nasser Zefzafi” karena ia “membentuk satu kelompok orang untuk mengganggu orang beribadah” dan “merusak keamanan negara”.

Setelah melarikan diri selama tiga hari, Zefzafi ditangkap bersama dengan sejumlah orang pada Senin.

Pengadilannya dimulai pada Selasa tapi ditunda sampai 6 Juni atas permintaan para pengacaranya.

Pada Jumat, protes kembali mencengkeram Kota AL-Hoceima dan pemogokan digelar di kota tersebut untuk hari kedua, kata Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad sore. Bentrokan antara pemrotes dan polisi juga terjadi di Kota Imzouren, yang berdekatan.

Juru Bicara Pemerintah Maroko Mustafa El Khafli mengatakan pemerintah telah menangkap sebanyak 40 orang sejak Jumat lalu, dan menambahkan 700 aksi duduk telah dilakukan selama tujuh bulan belakangan di Rif, termasuk 150 aksi di Al-Hoceima.

Ratusan pemrotes juga telah turun ke jalan di beberapa kota besar untuk mendukung tokoh yang ditangkap, termasuk di Kota Rabat, Casablanda dan Tangier.

Situasi telah tegang sejak Oktober 2016, ketika Mouhcine Fikri, seorang pedang ikan di Al-Hoceima, memanjat satu truk sampah untuk menemukan kembali ikan cucutnya yang disita oleh polisi sebab ikan itu dilarang dijual selama musim yang sedang berlangsung.

Satu gambar pedagang yang berusia 31 tahun tersebut yang beredar di jejaring sosial dan memperlihatkan dia tewas, sehingga memicu protes luas.

Setelah orang yang terlibat dalam kasus Mouhcine Fikri ditangkap dan pemerintah mengakui menahan mereka untuk dimintai pertanggungjawaban, protes reda di negeri itu, kecuali di kota tempat tinggalnya, Al-Hoceima.

Pada April, pengadilan menjatuhkan hukuman penjara delapan bulan terhadap para pejabat senior di Departemen Perikanan, dan menjebloskan pengemudi truk serta penjaga perahu nelayan ke penjara selama lima bulan karena kasus pembunuhan.

Tuntutan bagi keadilan buat Fikri di bagian timur-laut negeri itu, yang juga disebut Rif, telah meluas jadi gerakan masyarakat madani yang menuntut penanaman modal lebih besar dari pemerintah di wilayah tersebut dan lebih banyak lapangan kerja. Dalam gerakan itu, Zefzafi, yang berusia 39 tahun dan tidak bekerja, muncul sebagai pemimpin gerakan.

Beberapa delegasi pejabat telah mengunjungi wilayah tersebut dan berikrar akan mempercepat pelaksanaan proyek yang sedang berlangsung serta mengumumkan proyek baru, tapi semua itu tampaknya tidak meredam protes.

Maroko tidak menyaksikan protes sebesar saat ini sejak demonstrasi pro-demokrasi selama Arab Spring pada 2011.

Antara/Xinhua-OANA

Sharing

Tinggalkan komentar