Tentara China Kecanduan Bermain Game Mobile

Modern Combat 5 Blackout. © Gameloft

Popularitas game mobile yang tinggi di antara para perwira dan personil militer China telah menciptakan sebuah kontroversi baru, menyusul penurunan pangkat seorang tentara karna tidak mengangkat telepon penting saat sedang bermain game mobile, sebagaimana dilansir dari Defense World.

Para pakar militer telah mengingatkan, bahwa kecanduan game mobile di kalangan personil militer dapat menimbulkan ancaman yang besar,  karena mungkin ada mata-mata menanam virus dalam permainan tersebut untuk mencuri data militer yang sensitif.

Sebuah survei yang dilakukan terhadap 200 tentara yang dilakukan oleh surat kabar harian militer China, PLA Daily pada bulan Mei 2017 menunjukkan bahwa 95,5 persen dari peserta sebelumnya telah bermain game mobile dan 86 persen diantaranya adalah pemain reguler.

Li Daguang, seorang profesor di Universitas Pertahanan Nasional PLA, mengatakan kepada harian tersebut pada hari Rabu bahwa sebagai anggota masyarakat,  tentara harus memiliki akses internet dan telepon genggam, namun mereka harus selalu menjaga kewaspadaannya setiap kali mereka bermain game.

“Game mobile harus dilarang di daerah militer yang sensitif dan juga selama rapat penting, karena mata-mata dapat melacak tentara yang sering bermain game atau mencuri informasi militer penting lainnya dengan menanamkan virus di beberapa game populer”, kata Li.

Game mobile menjadi sangat populer di kalangan militer Chine, setelah Angkatan Bersenjata China resmi mencabut larangan game pada telepon seluler di bulan Juli 2015 lalu, sehingga memungkinkan personil militer untuk bermain game mobile.

Namun, survei yang dilakukan menyarankan agar game online benar-benar dapat membantu membangun kerjasama tim dan mengatasi ketakutan akan interaksi sosial.

“Game mobile adalah fakta kehidupan bagi generasi muda”.

Kita harus merangkul mereka bukan malah menindasnya. Melalui bimbingan yang tepat, ini akan menjadikan personil militer lebih efektif jika mereka dapat menemukan keseimbangan antara kerja dan permainan, menurut seorang pejabat militer yang dikutip oleh PLA Daily.

Sharing

Tinggalkan komentar