Inggris Pernah Ledakkan Bom Terbesar di Perang Dunia 1

Pada tanggal 7 Juni 1917 atau 100 tahun lalu terjadi episode Perang Dunai 1 yang luar biasa. Konon tentara Inggris meledakkan bom yang hampir mirip seperti bom atom.

Kala itu tentara Inggris secara khusus mempersiapkan serangan di Messines. Pasukan anti ranjau Inggris melakukan penggalian besar-besaran secara rahasia di di punggung bukit di Messines.

Pada Mei 1917 ranjau-ranjau besar ditempatkan di bawah tanah digaris depan pasukan Jerman. Pada akhir bulan Mei pekerjaan selesai, Inggris sudah menempatkan 19 ranjau besar, dan Angkatan Darat Inggris bersiap untuk memanfaatkan ledakan yang akan terjadi.

Pukul 03.10 pagi tanggal 7 Juni, sembilan belas ranjau diledakkan dalam waktu 20 detik secara hampir bersamaan. Secara keseluruhan, ini adalah ledakan terbesar yang hampir menyerupai bom Hiroshima, dan merupakan ledakan non-nuklir paling mematikan dalam sejarah, menewaskan lebih dari 10.000 tentara Jerman di garis depan.

Seorang pengamat Jerman teringat, sembilan belas awan jamur naik perlahan secara perlahan dari darat dan kemudian pecah menjadi beberapa bagian dengan raungan hebat, mengirimkan semburan api beraneka warna yang bercampur dengan massa tanah dan serpihan ke langit.

Ledakan tersebut menimbulkan kehancuran besar di medan perang, termasuk Hill 60, lokasi operasi penanaman ranjau. Ledakan tersebut dilaporkan terdengar hingga ke Dublin, di Lille, yang menyangka sebagai sebuah gempa.

Inggris melancarkan serangan merambat untuk menghabisi siapapun yang selamat dari ledakan. Infanteri dan tank Inggris yang mengiringi dapat memanfaatkan tujuan mereka hanya sejauh 1-2 mil dalam beberapa jam, rintangan terbesar mereka seringkali merupakan kawah besar yang diakibatkan oleh ledakan ranjau raksasa.

Operasi itu sebenarnya hanya bersifat taktis, dan tidak ada rencana nyata untuk mencoba membuat terobosan besar. Meskipun Panglima Haig sangat ingin mendorong serangan tersebut melampaui tujuan awalnya, para komandan di lapangan kurang optimis dengan peluang tentara Inggris, dan minggu berikutnya giliran tentara Jerman yang melancarkan serangan balik yang mematikan, meski Inggris akhirnya tetap menguasai garis depannya.

Dari 19 ranjau yang diledakkan, dua diantaranya gagal meledak. Satu ranjau akhirnya meledak akibat sambaran petir pada tahun 1955 mengakibatkan tewasnya seekor sapi, satu lainnya masih tetap belum meledak dan masih tertimbun di bawah medan perang.

Today in WW1

Leave a Reply