Home » Alutsita Canggih » China – Singapura Percepat Pakta Pedagangan Regional

China – Singapura Percepat Pakta Pedagangan Regional

Singapura (Dudva / commons.wikimedia.org)

Beijing – China dan Singapura akan melakukan segala upaya untuk mempercepat proses perundingan pakta perdagangan Kemitraan Ekonomi Regional Komprehensif (RCEP), ujar Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan.

RCEP, yang merupakan sebuah usulan pakta perdagangan dari Beijing, kini menjadi alternatif bagi negara-negara Asia setelah Amerika Serikat menarik diri dari kerja sama dagang bebas lain di kawasan yang sama, Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), yang China tidak termasuk di dalamnya.

RCEP dan TPP bukan perjanjian yang saling mengeksklusi. Beberapa negara bisa menjadi anggota dalam kedua kemitraan tersebut secara sekaligus.

Sebelumnya, perdana menteri Singapura mengatakan bahwa mundurnya Amerika Serikat dari TPP membuat negaranya kehilangan kepercayaan terhadap kebijakan Washington. Di sisi lain, Beijing juga kini selalu memposisikan diri sebagai promotor perdagangan bebas dunia.

“Jika kami bisa mencapai kesepakatan dalam perundingan ini dengan cepat, maka hal tersebut akan menjadi tonggak bertapa pentingnya perdagangan bebas dan integrasi ekonomi,” ujar Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, kepada sejumlah wartawan di Beijing setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, 12/6/2017.

“Pada titik ini, tercapainya perundingan (RCEP) menjadi lebih dibutuhkan dibanding sebelumnya,” kata dia.

Sementara itu Wang memperjelas kembali posisi China yang ingin mencapai kesepakatan RCEP secepatnya.

Negara-negara yang mengikuti perundingan ini di antaranya adalah semua anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), China, India, Australia, Selandia Baru, Jepang, dan Korea Selatan.

Mereka yang ikut dalam perundingan, pertama kali digelar tahun 2012 dan diharapkan bisa menciptakan area perdagangan bebas bagi milyaran orang, mengaku berharap bisa menandatangani RCEP pada akhir tahun ini.

RCEP adalah perjanjian dagang yang dinilai kurang konprehensif dibandingan dengan TPP. Fokus utama RCEP adalah pengurangan tarif, dan tidak menyentuh sejumlah aspek lain seperti perlindungan bagi hak-hak buruh ataupun lingkungan hidup.

Di sisi lain, hubungan antara China dan Singapura sempat memanas dalam beberapa waktu terakhir. Namun Balakrishnan dan Wang sepakat bahwa hubungan bilateral keduanya masih “stabil, tenang, dan positif.” Hubungan kedua negara memanas pada November tahun lalu setelah pemerintahan Hong Kong menyita sembilan kendaraan bersenjata yang akan dikirim ke Singapura dari latihan militer di Taiwan.

Singapura memang mempunya sejumlah fasilitas militer di Taiwan. Sementara Beijing, dengan penyitaan di atas, ingin mengingatkan negara-negara lain, untuk tidak menggelar hubungan diplomatik dengan Taiwan sebagai bagian dari kebijakan satu China.

Singapura juga terus memperdalam hubungan keamanan dengan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir dan cukup vokal menentang agresifitas Beijing di wilayah sengketa Laut China Selatan.

Antara/Reuters