Turki : Krisis Qatar Merusak Dunia Islam

Doha, Qatar (StellarD / commons.wikimedia.org)

Turki : Krisis Qatar Merusak Dunia Islam 1

Ankara – Krisis yang disebabkan oleh pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar oleh beberapa negara Arab merusak dunis Islam dan Turki berusaha memebantu meneyelesaikan isu tersebut melalui diplomasi, ujar juru bicara Presiden Turki Tayyip Erdogan 14/6/2017.

Ibrahim Kalin yang berbicara dalm jumpa pers mengatakan Turki mengirim bantuan makanan ke Qatar setelah negara-negara Teluk Arab tetangganya memutuskan hubungan dengan Qatar dan memberlakukan sanksi-sanksi karena dituduh mendukung terorisme dan rivalnya di kawasan Iran.

Kalin juga mengatakan sebuah pangkalan militer Turki di Qatar, yang dibuka sebelum krisis tersebut, dibangun untuk menjamin keamanan di seluruh kawasan dan tidak mempunyai tujuan untuk aksi militer terhadap negara manapun.

Sebelumnya Presiden Turki Tayyip Erdogan dilaporkan pada Selasa mengecam pengucilan Qatar, menyebutnya tidak manusiawi dan melawan nilai Islam, serta menyatakan cara untuk melawan negara Teluk itu tidak dapat diterima dan serupa dengan hukuman mati.

Pembelaan Erdogan terhadap Qatar itu, dalam pidato parlemen kepada anggota Partai AK-nya, yang berkuasa, muncul sesudah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan dengan Doha pada pekan lalu, menuduhnya mendukung pegaris keras dan Iran, yang menyatakannya tidak berdasar.

“Kesalahan sangat besar dilakukan atas Qatar, mengucilkan negara di semua bidang tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai Islam. Keputusan itu seperti hukuman mati untuk Qatar,” kata Erdogan.

“Qatar menunjukkan sikap paling menentukan terhadap kelompok teroris IS bersama Turki. Menghukum Qatar melalui gerakan kotor tidak berguna,” katanya.

Erdogan juga menyatakan akan mengadakan pembicaraan telepon pada Selasa dengan timpalannya dari Prancis Emmanuel Macron dan Amir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani untuk membahas perkembangan terkini.

Ia menyatakan Raja Saudi, sebagai negarawan tertua di kawasan Teluk, harus memimpin upaya mengatasi kemelut tersebut.

Erdogan juga akan membahas perselisihan itu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam beberapa hari mendatang, kata menteri luar negeri Turki pada Selasa.

Presiden Turki berjanji tetap mendukung Qatar dan menyatakan perselisihan itu harus diselesaikan sebelum bulan suci Ramadhan berakhir.

Antara/Reuters

Leave a Reply