Indonesia Uji Teknologi Plastik untuk Jalan Raya

Kuta, Bali (Van Monlak / commons.wikimedia.org)

Jakarta- Pemerintah Indonesia siap melakukan uji penerapan teknologi pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan pembuat campuran jalan raya (plastic tar road) di Bali.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama Dekan Fakultas Teknik Thiagarajar College of Engineering (TCE) Profesor Vasudevan melakukan peninjauan lapangan ke Bali pada 14/6/2017.

Asisten Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kemenko Maritim Nani Hendiarty dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, mengatakan Bali dipilih menjadi tempat uji penerapan agar bisa dipamerkan dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) 2018.

“Kita pilih Bali karena bisa menjadi semacam ‘showcase’ di acara pertemuan tingkat tinggi IMF tahun depan,” katanya, dilansir ANTARA, 14/6/2017.

Nani menuturkan, berdasarkan kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dibutuhkan waktu dua hari untuk mengaplikasikan “plastic tar” saat konstruksi jalan. Meski demikian, persiapan awal memang memakan waktu cukup lama.

Selain meninjau langsung proses pembangunannya, Nani dan Professor Vasudevan rencananya akan memberikan kuliah umum di Universitas Udayana dan inspeksi lapangan ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Suwung untuk melihat jenis sampah plastik yang dapat dipakai sebagai bahan baku “plastic tar road”.

“Sebelumnya sudah disurvei oleh Kemen PU-PR. Kami meninjau kembali bersama Professor Vasudevan, sekaligus melihat peralatan yang digunakan nanti. Kita meninjau TPA Suwung untuk melihat jenis sampah plastik yang akan digunakan. Kami memastikan komponen yang dibutuhkan siap,” imbuhnya.

Penemu sekaligus pemilik hak paten teknologi “plastic tar road’, Professor Vasudevan, optimistis dengan penerapan teknologi tersebut di Indonesia.

Menurut dia, teknologi itu sudah banyak diterapkan di berbagai negara.

“Saya sangat optimis kalau teknologi ini bisa diterapkan di Indonesia, karena teknologi ini telah diterapkan di negara lain seperti Uni Emirat Arab dan negara Asia lain. Tujuan utama adalah memanfaatkan sampah plastik,” katanya.

Teknologi dengan memanfatkan sampah plastik itu sejalan dengan keinginan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.

“Beliau sangat ingin mensejahterakan masyarakat dengan menyediakan lapangan kerja yang baik bagi masyarakat kurang mampu,” tambah Professor Vasudevan.

Ke depan, setelah sukses diujicoba di Bali, teknologi “plastic tar road” rencananya juga akan diterapkan untuk pembangunan jalan di Cilincing DKI Jakarta, Labuan Bajo dan Papua