Karang Unarang Ambalat Hingga Scarborough

Kasus sengketa Karang Scarborough antara Filipina dengan China harus menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Sengketa ini mirip sengketa Karang Unarang-Ambalat, antara Indonesia dengan Malaysia.

Scarborough shoal mengandung cadangan energi yang besar, sama seperti karang Unarang Ambalat. Diperkirakan potensi gas alam di Karang Scarborough Laut China Selatan, sekitar 7.500 kilometer kubik atau 266 triliun kaki kubik.

Filipina yang merupakan negara kepulauan memasukkan Karang Scarborough ke wilayah mereka karena berada dalam kawasan 200 mil zona ekonomi eksklusif, sesuai dengan hukum internasional.

Karang Scarborough terletak 230 km dari Pulau Luzon, Filipina. Sementara jika ditarik dari daratan China, Karang tersebut berjarak 1.200 km dari ujung pantai barat laut daratan China, tepatnya di Provinsi Hainan.

Namun, China tetap saja mengklaim Karang Scarborough dengan alasan, daerah itu bagian dari sejarah kerajaan China. Karang itu diberi nama Huangyan Island.

Tekanan China
Sekarang mari kita lihat, bagaimana negara militer besar, menekan habis negara lemah.

Alasan China mengklaim Huangyan Island memang terkesan mengada-ada. Tapi demikianlah realitanya. Bahkan China mengklaim seluruh Laut Cina Selatan sebagai wilayah sejarah, sampai pantai Filipina dan negara Asia Tenggara lainnya.

Perseteruan memuncak saat Angkatan Laut Filipina menangkap nelayan China yang dianggap melanggar batas wilayah. Tak lama kemudian, Angkatan Laut China menghadang kapal perang Filipna, yang akan menggiring nelayan China tersebut.

Ketegangan militer antar kedua negara memuncak.

Wakil Menteri luar Negeri China Fu Ying mengeluarkaan pernyataan keras. China pesimis dengan kisruh di pulau Huangyan. Untuk itu China menyiapkan segala kemungkinan untuk merespon setiap tindakan Filipina.

Fu Ying juga menemui Wakil Duta Besar Filipina di China, Alex Chua. China meminta Filipina untuk tenang dan mengingatkan aksi Filipina akan meningkatkan ketegangan yang tidak terukur.

China menganggap Filipina tidak mengindahkan permintaan mereka dan terus membuat kesalahan fatal dengan cara memperkeruh situasi di Karang Scarborough. Filipna dianggap terus mengirim kapal perang ke pulau tersebut yang menyebabkan rakyat Filipina menjadi salah paham tentang status karang Scarborough.

Fu Ying mengatakan pulau tersebut milik China dan berharap Filipina tidak salah tafsir dan jangan mencoba membuat persoalan tanpa paham resiko yang akan dihadapi.

Armada perang China akan terus siaga di sekitar Pulau Huangyan. Hal itu untuk memastikan para nelayan tradisional China aman mencari ikan dan berlayar di sekitar pulau tersebut, sesuai dengan hukum dan peraturan negara China.

China terus menekan Filipina. Filipina diminta menarik kapal perangnya di sekitar pulau Huangyan dan jangan pernah menganggu nelayan nelayan China.

“China akan menyiapkan segalanya, untuk merespon tindakan Filipna:, ujar Wakil Menteri Luar Negeri China dengan penuh percaya diri.

Apa kira kira reaksi negara lemah Filipina setelah diancam seperti itu ?.

Militer Filipina hanya bisa mengeluh. “Mereka melakukan penghinaan yang buruk dan mengesampingkan upaya diplomasi. Mereka benar-benar ingin menguji apa sebuah negara kecil seperti Filipina dapat melawan negara raksasa,” ujar Mayor Ego Loel.

Lalu apa pula komentar dari pihak Kepresidenan Filipina ?. “Kami hanya bisa menahan diri. Kami tidak ingin meningkatkan ketegangan apapun saat ini”, ujar juru bicara Presiden Benigno Aquino, Edwin Lacierda.

“Kami tidak ingin meningkatkan ketegangan apapun saat ini,” kata juru bicara Edwin Lacierda.

“Apa yang kita lakukan untuk saat ini, hanya mengamati situasi,” tambahnya.

Sementara China bisa dipastikan akan terus menekan dan mengancam Filipina, karena merasa militer mereka jauh lebih kuat daripada Filipina.

Ambalat Masa Depan
Sekarang kita lihat Kasus Karang Unarang, Ambalat. Merujuk hukum laut Internasional UNCLOS 1982, wilayah Ambalat masuk Zona Eksklusif Ekonomi Indonesia. Namun Malaysia juga menganggap Ambalat bagian dari wilayah mereka tanpa perlu mengikuti hukum laut Internasional.

Jika demikian bagaimana sengketa Ambalat diselesaikan di kemudian hari ?. Sengketa Filipina- China tentang Karang Scarborough bisa menjadi gambaran Ambalat ke depan.

Apalagi cadangan minyak Indonesia diperkirakan akan habis sekitar 20 tahun lagi. Kita anggap saja cadangan minyak Malaysia pun demikian. Kalau itu benar, 20 tahun lagi Ambalat akan menjadi wilayah yang sangat penting bagi kedua negara.

Malaysia sedang menggebu-gebu memperkuat persenjataannya. Malaysia mendekati proses final untuk membeli sistem rudal antitank, rudal panggul antipesawat, serta sedang memburu kapal-kapal perang berpeluru kendali.(Jkgr).

Leave a Comment