Home » Militer Indonesia » Benarkah AS Tidak Takut dengan S-400?

Benarkah AS Tidak Takut dengan S-400?

S-400 Triump / SA-21 Growler (photo : Sputnik)

Sebagai tanggapan atas jatuhya pesawat tempur Su-24M Rusia yang ditembak jatuh F-16C Turki dua tahun lalu, Rusia mengumumkan beberapa perubahan pada operasi udaranya di Suriah, diantaranya semua pesawat pembom yang melakukan misi tempurnya akan dikawal oleh pesawat tempur, dan baterai udara S-400 akan disiapkan untuk menjatuhkan semua pesawat yang dianggap membahayakan operasi udara Rusia di Suriah.

Lalu seberapa efektif penempatan S-400 di Suriah apalagi setelah ditembak jatuhnya sebuah Su-22 milik Pemerintah Suriah oleh pesawat tempur AS ?

Dikembangkan oleh Biro Desain Almaz-Antey, SA-21 telah beroperasi bersama militer Rusia sejak tahun 2007. Sistem pertahanan udara ini mampu menghancurkan target udara sejauh hingga 400 km, dan Rusia menempatkan S-400 di di sekitar Pangkalan Udara Hmeymim dekat Latakia yang dapat menjangkau semua wilayah paling timur di Suriah.

Beberapa pemberitaan menyatakan sejak Rusia menempatkan S-400 di Hmeymim tidak ada pesawat tempur AS yang berani terbang, kenyataannya tidaklah demikian.

“SA-21 tidak mengubah tingkat penerbangan kita atau area operasi kita,” kata seorang pilot Amerika Serikat. “Kami telah terbang di area dekat SA-21 selama satu tahun dan Rusia tahu kami pernah berada di sana sepanjang waktu.”

Dan dengan ancaman terbaru dari Rusia yang akan menjatuhkan semua pesawat koalisi yang terbang di sebelah barat sungai Eufrat, masihkah pilot-pilot AS berani terbang didekat wialayah tersebut?