Home » Militer Indonesia » Ternyata Scorpene India Tanpa Dilengkapi Modul AIP

Ternyata Scorpene India Tanpa Dilengkapi Modul AIP

Kapal selam kelas Scorpene, INS Kalvari berada di Mazagon Dock pada 6 April. © prlog.org

Tidak seperti yang di harapkan, dua kapal selam kelas Scorpene terakhir akan di luncurkan dari jalur produksi tanpa dilengkapi dengan sistem Propulsi Udara Mandiri (AIP) yang di rancang untuk memperluas jangkauan jelajah kapal selam diesel listrik, seperti dilansir dari laman The Hindu.

“Kami telah mempelajari solusinya (sistem AIP dari DRDO)… Mereka perlu lebih banyak takaran untuk membuatnya menjadi alat yang aman. Untuk kapal selam kelima dan keenam sudah terlambat”, kata Bernard G. Buisson, Director DCNS.

Modul AIP bukanlah bagian dari kontrak Scorpene asli namun Angkatan Laut telah tertarik untuk memasangnya pada 2 unit kapal selam Scorpene terakhir yang akan di produksi oleh Mazgaon Docks Limited (MDL) di Mumbai, India.

Modul AIP saat ini sedang dikembangkan oleh Organisasi Pengembangan Pertahanan India (DRDO) dan seharusnya dipasang sebelum kapal selam diluncurkan. Namun, keterlambatan dalam pengembangan nampaknya merusak rencana tersebut.

Modul ini memungkinkan kapal selam konvensional tetap berada di bawah air untuk durasi yang lebih lama sehingga meningkatkan karakteristik siluman dari kapal selam.

Ilustrasi sistem propulsi udara mandiri kapal selam kelas Amur. © Navy Recognition

Rusia dan India Kerjasama Pengembangan Sistem AIP

Perusahaan Larsen dan Toubro (L & T) dari India dan RosOboronExport dari Rusia segera membahas kemungkinan usaha patungan untuk mengembangkan dan memproduksi sistem propulsi udara mandiri (AIP) untuk kapal selam di sela-sela Forum Ekonomi St.Petersburg.

Seperti dilansir dari Defence World, menyebut bahwa RosOboronExport dalam siaran pers menyatakan kedua perusahaan akan melangkah dalam proyek-proyek kerjasama teknologi, terutama pengembangan sistem AIP bersama.

Angkatan Laut India bermaksud mengakuisisi enam init kapal selam diesel listrik di bawah Proyek 75I, sebagai kelanjutan dari Proyek 75 Kalvari-Class. Parameter dasarnya adalah sistem propulsi udara mandiri untuk meningkatkan ketahanan dan kemampuan siluman, serangan darat dan peluncur rudal vertikal untuk mengakomodasi rudal BrahMos.

Pemasangan Modul AIP Selama Perbaikan

Buisson mengatakan bahwa satu-satunya opsi untuk pemasangan sistem AIP adalah selama perbaikan kapal selam tersebut, yaitu enam tahun setelah induksi. Perbaiki normal kapal itu dijadwalkan enam tahun setelah induksi, dan reparasi utama adalah setelah 12 tahun setelah induksi. Namun, masih belum jelas apakah Angkatan Laut India ingin tetap berlanjut pada rencana tersebut karena ini berarti harus membuka lambung kapal selam.

Sementara itu, pejabat DRDO mengatakan bahwa purwarupa sistem AIP tersebut sudah siap dan program AIP dapat di dorong begitu agen produksiya telah ditentukan untuk segera memproduksinya.

Pada Proyek-75I, Buisson mengatakan bahwa DCNS berada pada posisi ideal karena mereka memiliki beragam kapal selam yang ditawarkan yang dapat disesuaikan dengan cepat untuk kebutuhan India. Kapal selam baris kedua, yang akan dibangun di India, akan lebih canggih daripada Scorpenes, dilengkapi modul AIP dan rudal serangan darat.