Pangkalan Udara Qatar US Air Force, Terjangkiti Penyakit Mematikan

Pangkalan Udara “Al Udeid”, Qatar. © Wikipedia

Kepala Bedah Angkatan Udara AS mengumumkan pada hari Senin, 19 Juni, sebanyak 135 orang mungkin telah terinfeksi oleh penyakit darah,  termasuk virus  HIV,  dari peralatan medis yang tidak bersih di sebuah klinik yang berada di pangkalan udara Qatar, seperti di lansir dari laman Sputnik News.

Dalam 10 tahun terakhir diperkirakan 135 orang telah terinfeksi virus HIV, Hepatitis A dan Hepatitis B akibat peralatan medis yang tidak disterilkan dengan benar.

Endoskopi, yang dipergunakan dalam operasi gastrointestinal serta prosedur lainnya, yang dilaksanakan oleh staf Layanan Angkatan Udara AS di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.

“Telah dibersihkan dengan cara yang tidak sesuai dengan pedoman sterilisasi”, menurut Kepala Medis Angkatan Udara AS yang dikutip oleh Air Force Times.

Menurut laporan, sekitar 135 pasien yang ada di fasilitas medis pangkalan udara menjalani sejumlah prosedur yang menggunakan peralatan medis yang tak dibersihkan dengan benar antara April 2008 hingga April 2016.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara US Air Force mengklaim bahwa risiko infeksi “sangat kecil”, terutama di lingkungan yang dikerahkan, karena adanya persyaratan bahwa seluruh anggota dinas Angkatan Udara AS untuk melakukan tes HIV negatif sebelum ditugaskan ke luar negeri.

Permintaan maaf atas pengawasan yang memalukan serta berpotensi mematikan tersebut ditawarkan oleh dokter senior di Angkatan Udara AS.

“Menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas kepada awak pesawat dan keluarga mereka adalah prioritas utama kami. Kami meminta maaf kepada pasien kami dan meyakinkan mereka bahwa tindakan yang tepat telah dilakukan untuk mengatasi dan mengurangi dampak yang disebabkan masalah ini”, kata kepala medis tersebut.

Pengumuman Angkatan Udara termasuk sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa klinik Pangkalan Udara Al Udeid tak lagi melaksanakan prosedur pembedahan yang memerlukan endoskop, termasuk endoskopi dan colonoscopies.

“Pasien kami menaruh kepercayaan mereka saat memasuki fasilitas medi. Kami mengambil risiko potensial untuk menyelamatkan pasien dengan sangat serius dan berkomitmen untuk memberikan informasi kepada mereka yang berada di bawah perawatan apabila ada risiko tambahan”, sebut kepala medis Angkatan udara AS.

Menurut laporan tersebut, Dinas Kesehatan Angkatan Udara AS tengah melacak fakta-fakta tersebut yang berpotensi berisiko terinfeksi dan dengan cepat meninjau prosedur sterilisasi.