Ratusan Senjata China untuk Perang Marawi Filipina

Presiden Duterte memeriksa senjata kiriman China, 28/6/2017 (Anthony Enriquez / Philippine Army)

Sekitar 71 personel pasukan Filipina dan 299 Milisi tewas dalam perang di Kota Marawi dan 246.000 orang terpaksa mengungsi karena konflik.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah berjanji akan menumpas para milisi di Marawi dan mengatakan Filipina saat ini menghadapi “situasi yang sangat berbahaya” gara-gara para warga muda Muslim terinspirasi dengan “kegilaan massal” kelompok ISIS.

Presiden Duterte memeriksa senjata kiriman China, 28/6/2017 (Anthony Enriquez / Philippine Army)

“Yang mereka lakukan adalah membunuh dan menghancurkan, dan membunuh dengan cara brutal,” kata Duterte dalam suatu acara, baru-baru ini, dilansir Antara, 29/6/2017.

Saat acara tersebut, Duterte juga menerima ratusan senjata petembak jitu serta senapan penyerang, yang merupakan sumbangan dari China untuk membantu Operasi Militer di Kota Marawi.

Senjata kiriman China untuk Filipina, 28/6/2017 (Anthony Enriquez / Philippine Army)

Sebelumnya, pada 19/6/2017 Amerika Serikat mengingatkan China untuk lebih terlibat dalam mendukung pertarungan dunia melawan terorisme dan mengalahkan ISIS.

Senjata kiriman China untuk Filipina, 28/6/2017 (Anthony Enriquez / Philippine Army)
Pesawat angkut senjata kiriman China untuk Filipina, 28/6/2017 (Anthony Enriquez / Philippine Army)

Wakil menteri luar negeri AS untuk urusan Asia Timur, mengatakan bahwa China hanya mengambil peran terbatas dalam upaya kontra-terorisme. “Kami ingin melihat mereka maju dan mengambil lebih banyak lagi tanggung jawab,” kata Thornton kala itu, kepada Reuters.

Kini China mulai membantu Filipina dengan mengirimkan sejumlah persenjataan.

Tinggalkan komentar