Australia Kembangkan Sistem Pertahanan Rudal

ilustrasi : Peluncuran Rudal (pixabay.com)

Hamburg – Australia akan terus maju dengan program pertahanan rudal untuk melindungi pasukannya, namun sistem perisai AS tidak sesuai, ujar Perdana Menteri Malcolm Turnbull.

The Terminal High Altitude Area Defense atau THAAD, yang disebutkan dalam briefing baru-baru ini “tidak sesuai untuk situasi kita,” ujar Turnbull kepada wartawan pada KTT G20, 7/7/2017. Pertemuan di Hamburg itu dibayang-bayangi oleh peluncuran rudal pertama Korea Utara yang berhasil diluncurkan pada minggu lalu, yang mampu mencapai setidaknya sebagian wilayah A.S.

“Jawaban sehubungan dengan Korea Utara adalah de-nuklearisasi Korea Utara dan menghentikan perilakunya yang ceroboh, tindakannya yang ceroboh dan provokatif,” kata Turnbull. “Negara dengan pengaruh terbesar atas Korea Utara adalah China. Jadi, kita meminta China untuk memikirkan Korea Utara”.

Pemerintah Australia memperkuat persenjataan dan pasukan militernya sebagai tanggapan sebagian terhadap “ancaman yang meningkat yang ditimbulkan oleh kemampuan rudal balistik dan jelajah” dan perkembangan di wilayah Indo-Pasifik dan Timur Tengah, ungka psebuah laporan Departemen Pertahanan tahun 2016.

Adapun ancaman serangan rudal balistik antar benua ke Australia dinilai kecil kemungkinannya, namun peluru kendali jarak jauh, peluru kendali yang diluncurkan dari kapal selam dan rudal jelajah dapat mengancam wilayah Australia, dan rudal balistik jarak pendek serta rudal jelajah dapat mengancam pasukan Australia yang sedang dikerahkan ke medan operasi.

“Kami sedang mengembangkan pertahanan rudal,” kata Turnbull. “Fokusnya adalah melindungi kekuatan kita baik di laut maupun di darat – kekuatan kita yang ditempatkan di lapangan”, dilansir Bloomberg.com, 8/7/2017.

Sharing

Tinggalkan komentar