Selain Radar AESA, KF-X Sulit Dapatkan Senjata Canggih AS

Korea Selatan akan menyelesaikan rancangan jet tempur canggih KF-X pada paruh pertama tahun depan, ungkap Defense Acquisition Program Administration (DAPA). Selain itu Korea Selatan juga tengah mengembangkan radar AESA untuk melengkapi pesawat tempur Project KF-X.

Korea Selatan merencanakan akan mengganti armada pesawat tempur tua F-4 dan F-5, dan secara resmi meluncurkan program KF-X senilai 8,8 triliun won (US$ 7,7 miliar) pada awal 2016, dengan Indonesia sebagai mitra junior yang berbagi 20 persen dari total biaya pengembangannya.

DAPA akan menyelesaikan pengembangan pesawat tempur pada tahun 2026 diikuti dengan dua tahun uji operasi. Total Korea Selatan akan membangun sekitar 120 pesawat tempur KF-X.

“Kami sedang mengerjakan desain bentuk, akan dilakukan pada Juni 2018,” kata seorang pejabat DAPA. “Ini akan menjadi final, kemungkinan ada sedikit perubahan.”

Korea Selatan juga berfokus pada pengembangan radar AESA asli, elemen inti untuk pesawat tempur generasi 4.5.

Pada tahun 2016, Agency for Defense Development (ADD) menandatangani kontrak dengan Hanwha System, perusahaan pertahanan dalam negari, untuk pembuatan radar AESA. ADD memiliki kesepakatan terpisah untuk mendapatkan bantuan dari Elta Systems Israel untuk menguji prototipe radar.

Hanwha menyatakan telah menghasilkan prototipe radar pertama yang menunjukkan perusahaannya dapat melanjutkan pengembangan sistem yang sesuai untuk jet tempur KF-X.

Korea Selatan juga berusaha membeli sistem senjata utama untuk pesawat tempur KF-X, seperti rudal udara-ke-udara dari AS atau Eropa.

Namun menurut bebrapa pejabat Korea Selatan, AS enggan memberikan informasi mengenai beberapa senjata yang berkemampuan tinggi.

Yonhap

Tinggalkan komentar