Jarak Tembak Armata Rusia Tiga Kali Lipat M1 Abrams AS

Purwarupa tank tempur utama T-14 Armata buatan Rusia. © Boevaya Mashina via wikimedia.org

Tank tempur utama generasi modern Rusia dikabarkan dapat menghancurkan tank tempur buatan Amerika Serikat, hanya dalam sekali detakan jantung dan diperkirakan akan segera dikerahkan ke medan perang, seperti dilansir dari laman Task and Purpose.

Produsen pertahanan asal Rusia, UralVagonZavod (UVZ) telah melakukan uji tembak tank tempur T-14 Armata pada lokasi uji coba yang berada di kota Nizhny Tagil, menurut Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin.

Platform lapis baja tersebut dikembangkan sejak runtuhnya Uni Soviet dan pertama kali diresmikan sebagai prototipe pada tahun 2012. Militer Rusia saat ini melakukan pengujian 100 unit tank Armata di lapangan dan harapan dapat segera dikerahkan pada awal 2019.

Jika kendaraan lapis baja modern tersebut melampaui ekspektasi, maka Kementerian Pertahanan Rusia berencana untuk mengakuisisi sebanyak 2.300 tank tempur utama T-14 Armata pada tahun 2020.

Armata tentu saja sebuah mesin yang cukup tangguh. Spesifikasi teknis dan komprehensif dari Army Recognition, menunjukkan bahwa tank tersebut datang dengan menara nirawak dilengkapi meriam smoothbore otomatis 125 mm 2A82-1M dengan 45 amunisi, walaupun varian Armata di masa depan dapat mengandalkan meriam 152 mm.

Potensi persenjataan sekunder mulai dari senapan mesin 12,7 mm seperti Nikitin-Sokolov-Volkova (NSV) yang saat ini digunakan tank tempur T-72, T-64 dan T-80 Angkatan Darat Rusia, stasiun senjata jarak jauh (RCWS) dengan senapan mesin 7,62 mm dan sebuah meriam 57 mm yang dikarakterisasi sebagai “peluncur granat” oleh Army Recognition.

Namun sebagian besar persenjataan era Soviet menggunakan kaliber 57 mm tersebut untuk meriam anti tank dan juga anti pesawat terbang.

Dari semua itu, hal yang paling mengkhawatirkan bukanlah pada persenjataan, akan tetapi pada jangkauannya. Senjata utama tank Armata dapat menembakkan rudal berpemandu laser 3UBK21 Sprinter yang telah ditingkatkan untuk dapat menghancurkan sasaran hingga 12 kilometer.

Tank M1A2 Abrams buatan Amerika Serikat. © U.S. Air Force via Wikimedia Commons

Jangkauan tembak tank Armata tersebut jauh melampaui jarak tembak meriam M256 120 mm, milik tank M1A2 SEP V3 Abrams terbaru yang hanya sejauh 4 km,  menurut Popular Mechanics.

Ini berarti, apabila terjadi konfrontasi darat antara pasukan AS dan Rusia dimedan perang, Suriah atau Ukraina, maka Armata Rusia bisa dengan mudah mengalahkan Abrams AS sebelum peleton M1A2 SEP V3 tersebut berhasil mencapai jangkauan tempurnya.

Bahwa Armata dapat menimbulkan masalah besar bagi militer yang terbiasa berpuluh-puluh tahun dalam dominasi Abrams tampaknya tidak mengejutkan bagi para perencana Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Pada bulan April lalu, Letjend John Murray bersaksi dihadapan Komite Layanan Bersenjata Senat bahwa tank asing seperti Armata Rusia dan Merkava Israel, segera mendekati paritas dengan Abrams AS, menunjukkan bahwa Pentagon telah tertinggal dalam mengupdate kemampuan kendaraan lapis baja modern menjadi keunggulan strategis utama.

Pada saat yang bersamaan dengan Rogozin mengumumkan timeline baru dari Armata, House Armed Services Committee mengeluarkan draf RUU Otorisasi Pertahanan Nasional tahun 2018 yang mendesak Angkatan Darat AS dalam mempercepat usaha modernisasi.

Penekanan draft itu antara lain adalah pengembangan kendaraan tempur infanteri generasi modern dan tank tempur utama untuk menggantikan Abrams dan juga IFV M2 Bradley.

Tetapi, mengingat bahwa Angkatan Darat AS telah menghamburkan lebih dari $ 18 miliar selama 10 tahun terakhir untuk tugas tersebut tanpa satupun kendaraan yang dihasilkan, maka Armata mungkin saja akan menggantikan Abrams sebagai tank tempur utama yang dominan beroperasi hingga saat ini.

Tinggalkan komentar