Home » Militer Indonesia » TNI AU Libatkan Jet Tempur Pantau Kebakaran Hutan

TNI AU Libatkan Jet Tempur Pantau Kebakaran Hutan

F-16D-52ID Skadron Udara 16. (Dispenau)

Pekanbaru – Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin melibatkan pesawat tempur untuk memantau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) , disamping latihan rutin yang dilaksanakan pangkalan Militer di Provinsi Riau tersebut.

“Kami melibatkan Jet-jet Tempur kami untuk ikut memberikan informasi jika menemukan titik api saat latihan dan patroli udara,” ujar Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Age Wiraksono pada Kamis 3-8-2017 di Pekanbaru.

Marsekal Pertama Age Wiraksono mengatakan langkah itu sudah dikerjakan jauh hari sesudah pemerintah Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat penanggulangan Karhutla awal tahun lalu.

Usaha itu akan terus dilaksanakan selama status tersebut berlaku sampai terakhir pada November 2017 mendatang. Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin sendiri adalah bagian dari satuan tugas (Satgas) pencegahan dan penanggulangan Kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau.

Selain TNI AU, Satgas juga diperkuat oleh TNI AD, Polda Riau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau serta instansi pemerintah terkait lainnya.

Marsekal Pertama Age Wiraksono menjelaskan, dalam minggu ini Pangkalan Udara Roesmin Nurjadi melaksanakan latihan Militer gabungan bersama dengan Royal Thai Air Force (RTAF) Thailand.

Dalam latihan melibatkan 6 unit F16 dari Thailand serta F16 Fighting Falcon dan  Hawk 100/200 dari Skadron Udara 16 dan 12 itu, Marsekal Pertama Age Wiraksono mengatakan pihaknya memberikan instruksi khusus kepada Pilot untuk memantau Karhutla di Riau.

“Langkah itu cukup efektif, seperti minggu kemarin Hawk kita mendeteksi titik api yang kemudian (informasi tersebut) diteruskan untuk dilakukan diatasi oleh Satgas,” jelas Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin.

Dalam 2 pekan ini, selain Aceh kebakaran lahan juga banyak terjadi di Provinsi Riau. Sebagian besar terjadi di pesisir Timur meliputi Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Pelalawan, dan Indragiri Hilir dengan luas yang terbakar mencapai puluhan Hektar.

Bahkan, dalam beberapa hari terakhir titik-titik api dengan kebakaran berkisar dua hingga puluhan Hektare. Satuan Tugas Kebakaran Lahan dan Hutan Provinsi Riau terus melaksanakan pemadaman baik melalui darat maupun udara dengan bom air.

Secara keseluruhan sepanjang tahun 2017 hingga kini sudah terjadi total 98 kasus kebakaran lahan dengan luas hampir 500 Hektare hangus terbakar. Tetapi jajaran Kepolisian di Provinsi Riau baru dapat menangkap 10 orang tersangka pembakar lahan. Dirilis Antara 3 Agustus 2017.