Polisi : Benjamin Netanyahu Tersangka 2 Kasus Korupsi

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Cherie Cullen / US DoD)

Jerusalem – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dicurigai melakukan pelanggaran termasuk suap, kecurangan dan pelanggaran kepercayaan, ujar polisi Israel pada Kamis (3/8/2017).

Di dalam satu dokumen yang diajukan ke pengadilan, polisi mengkonfirmasi untuk pertama kali bahwa Netanyahu merupakan tersangka dalam dua kasus korupsi yang sedang diselidiki.

Menurut media lokal, Netanyahu dicurigai menerima suap dari multi-jutawan Israel-Amerika, Arnon Milchan dan menawarkan keuntungan komersial kepada satu penerbit surat kabar sebagai imbalan bagi liputan positif.

Polisi telah meminta dikeluarkannya “gag order” –perintah yang melarang wartawan, pengacara dan pihak lain yang terlibat dalam satu kasus di pengadilan, untuk meliput atau secara terbuka mengungkapkan apa pun yang berkaitan dengan kasus tersebut– saat mereka berusaha membujuk mantan kepala staf Netanyahu, Ari Harow, untuk menjadi saksi dalam kasus tersebut. Pengadilan mengizinkan dikeluarkannya larangan tersebut, yang akan berlaku sampai 17 September.

Juru bicara Netanyahu membantah pernyataan itu sebagai “palsu” dan “bermotif politik”, kata situs berita Walla.

“Kami dengan tegas menolak pernyataan tanpa dasar itu,” ujar juru bicara tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua. “Kegiatan untuk mengganti pemerintah dilancarkan secara penuh, tapi ditakdirkan gagal, karena alasan sederhana: tidak akan ada apa-apa pun, karena memang tak ada apa-apa”, ujarnya.

Pada Kamis pagi, Jaksa Agung Israel Avichai Mendelblit mengatakan pembicaraan dengan Ari Harow “mengalami kemajuan”.

Netanyahu (67) merupakan tersangka dalam dua kasus. Satu, yang dikatakan oleh polisi sebagai “Kasus 2000”, melibatkan pembicaraan rahasia yang ia lakukan dengan pemilik surat kabar besar Israel, yang bernama Yediot Aharonot mengenai pengurangan persaingan dalam sektor berita sebagai imbalan bagai liputan yang lebih positif.

Kasus lain, yang dikenal dengan nama “Kasus 1000”, melibatkan kecurigaan bahwa Netanyahu dan istrinya, Sara, menerima hadiah-hadiah mahal dari pengusaha Israel-AS dan produser Hollywood Arnon Milchan.

Netanyahu telah diperiksa polisi selama empat kali. Pada Maret lalu, Kepala Polisi Roni Alsheikh menduga polisi hampir menuntaskan penyelidikan itu, dan berkata, “Kami berada pada tahap akhir.” Penundaan oleh lembaga pelaksana hukum menyulut kemarahan di masyarakat Israel, sehingga menghasilkan demonstrasi mingguan di dekat kediaman Mendelblit yang menuntut diajukannya dakwaan terhadap Netanyahu. Dirilis Antara/Xinhua-OANA, 4/8/2017.

Tinggalkan komentar