STIKes Umitra Teliti Terapi Air Putih

Bandarlampung – Mahasiswa Program Studi Keperawatan Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Umitra Lampung meneliti pengaruh terapi herbal air putih terhadap penurunan kadar asam urat pada warga lanjut usia (Lansia) di Desa Suka Sari, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara.

Encep Irawan, mahasiswa Keperawatan STIKes Umitra itu, mengatakan di Bandarlampung, Minggu 6 -8-2017, sasaran penelitian ini ditujukan kepada masyarakat khususnya Lansia agar lebih menjaga pola makan dan menjadikan terapi air putih sebagai terapi alternatif untuk penurunan nilai kadar asam urat.

Encep Irawan melakukan penelitian dengan tujuan mengetahui pengaruh terapi air putih terhadap penurunan kadar asam urat pada Lansia di Desa Suka Sari, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara.

Menurut data, prevalensi asam urat di Amerika Serikat meningkat 2 kali lipat dalam populasi lebih dari 75 tahun yaitu 21 per 1.000 menjadi 14 per 1.000 sedangkan di Indonesia berdasarkan Pusat Data Statistik Indonesia, asam urat merupakan salah satu penyakit terbanyak yang diderita warga lanjut usia. Pada tahun 2012, sebanyak 7.528.027 orang Lansia menderita asam urat.

Data kesehatan penduduk Lampung tahun 2014 diketahui bahwa kasus asam urat yaitu sebanyak 23.352.

Di Desa Suka Sari ditemukan dari 15 orang warga lanjut usia, terdapat 12 orang (80 persen) yang mengalami gejala asam urat, dan 3 Lansia mengatakan tidak mengalami tanda-tanda asam urat (20 persen).

Encep Irawan menguraikan metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga Lansia di Desa Suka Sari sebanyak 200 orang dengan jumlah sampel eksperimen 20 orang Lansia menggunakan rumus 10 persen.

Menurut Encep Irawan, penelitian ini menggunakan Uji T dependen (T-Test) untuk mengetahui Mean atau rata-rata kelompok sebelum dan sesudah diberikan intervensi.

Penelitian Encep Irawan adalah kelahiran Desa Suka Sari menemukan hasil uji paired sample T-Tess menunjukan adanya penurunan Mean sebelum dan sesudah diberikan terapi. Mean sebelum diberikan terapi 7.96 mg/dl dan Mean setelah diberikan terapi 6.46 mg/dl dengan Pvalue 0.000 (<0.05) yang berarti terdapat pengaruh terapi air putih terhadap penurunan kadar asam urat.

Sasaran penelitian ini ditujukan kepada masyarakat khususnya Lansia agar lebih menjaga pola makan dan menjadikan terapi air putih sebagai terapi alternatif untuk penurunan nilai kadar asam urat.

“Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi petugas kesehatan di puskesmas wilayah kerja Tanjung Raja untuk lebih meningkatkan usaha preventif dan promotif dalam menurunkan kadar asam urat pada Lansia dengan terapi herbal air putih,” ujar Encep Irawan mahasiswa aktivis Himakes dan Pers Mahasiswa Umitra yang merupakan alumni SMAN 1 Terbanggi Besar, Lampung Tengah itu pula. Dirilis Antara 6 Agustus 2017

Sharing

Tinggalkan komentar