Harapan Media Vietnam untuk Su-35 Indonesia

Jet tempur multiperan Su-35S Flanker-E Angkatan Udara Rusia. © Russian MoD via Wikimedia Commons

Rencana pembelian jet tempur Su-35 Indonesia menarik perhatian sejumlah media Vietnam, antara lain Baodatviet.vn dan Anninhthudo.vn.

Pembelian jet tempur Su-35 Indonesia ini dikaitkan dengan jet tempur Su-35 yang lebih dulu dibeli China.

Media Aninhthudo.vn membuat judul yang cukup heboh tentang rencana pembelian jet tempur Su-35 Indonesia. Dalam artikel tanggal 6/8/2017, Aninhthudo.vn mengangkat judul  : Jet tempur Su-35 akan hadir di Laut Cina Selatan, menghancurkan monopoli China (destroying the uniqueness of China).

Isi artikelnya cukup singkat, yakni :

Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu telah mengumumkan pemerintah akan membeli 11 pesawat Su-35 buatan Rusia. Kesepakatan (MoU) ditandatangani 4 Agustus 2017. Dengan event ini, Su-35 secara resmi akan hadir di Laut China Selatan yang mematahkan monopoli China (to break the unique position of China).

Sementara media Baodatviet.vn mengangkat tulisan lebih panjang, terkait rencana pembelian Su-35 Indonesia yang dirilis, 3/8/2017.

Judulnya adalah : Penyerahan Su-35 yang lambat dari Rusia membuat China kehilangan kekuatannya.

Direktur dari Russian Military Technical Cooperation Service, Dmitry Shugaev, mengatakan baru pada tahun 2019, Moskow menyelesaikan kontrak 24 pesawat Su-35 untuk China.

Menurut Dmitry Shugaev, Rusia akan menyerahkan 10 Su-35 ke China pada tahun 2017. “Batch pertama dari empat pesawat Su-35 dikirim pada akhir tahun 2016, dan batch kedua dari 10 Su-35 akan dikirim ke pelanggan pada 2017, “kata direktur tersebut.

Rusia membutuhkan waktu hingga tahun 2019 untuk menyelesaikan kontrak memasok 24  jet tempur Su-35 ke China, yang membuat kesepakatan itu tertunda satu tahun.

Menurut informasi yang tersedia untuk umum, China dan Rusia telah secara resmi menandatangani kontrak pembelian pesawat tempur generasi ke 4 ++ pada tahun 2015. Kontrak akan selesai setelah tiga tahun penandatanganan resmi, yaitu pada 2018. Namun Dmitry Shugaev mengumumkan, Kontrak akan tertunda selama setahun.

Produsen Sukhoi Rusia mengatakan Su-35 adalah jet tempur 4-stroke multi-functional yang dilengkapi dengan mesin jet AL-117S modern, yang mampu terbang dengan kecepatan hingga 2.500 km/jam, untuk terbang sejauh 3.400 km dengan radius tempur sekitar 1.600km.

Beijing telah mengincar Su-35 sejak 2008 di sebuah pameran internasional China Airshow, namun baru pada 2011 kedua pihak secara resmi memasuki kesepakatan penjualan.

Berbicara tentang rencana Su-35 Beijing, The Diplomat, yang menurunkan laporan yang belum dikonfirmasi ke Angkatan Udara China, mengatakan bahwa Angkatan Udara China akan dapat mengoperasikan jet tempur Su-35 di Laut Cina Selatan dan Laut China Timur untuk mengambil keuntungan dari sengketa wilayah dengan Beijing.

The Diplomat mengatakan bahwa setelah membeli Su-35, China mungkin akan fokus untuk menggunakannya sebagai “satuan tugas tempur.” Keunggulan jauh Su-35 akan efektif di Laut Cina Selatan, membangun jaringan pertahanan udara di depan Pulau Hainan, melakukan patroli tanpa mengisi bahan bakar di Laut Cina Selatan untuk jangka waktu yang lama. .

Namun, kekuatan ini tidak akan bertahan karena dalam waktu dekat, Su-35 yang hadir di Laut Cina Selatan tidak hanya dari Angkatan Udara China.

Menurut informasi Duta Besar RI untuk Rusia, Wahid Supriyadi, Angkatan Udara Indonesia akan membeli 8 jet tempur Rusia Su-35 generasi ke-4 +++, bersamaan dengan persyaratan lainnya untuk transfer teknologi.

Wahid Supriyadi menekankan bahwa kedua pihak pada dasarnya telah menyelesaikan proses negosiasi kontrak pembelian pesawat buatan Rusia, yang saat ini sedang membahas tahap finalisasi, terutama di pihak Rusia, terkait produk transfer teknologi Su-35 ke Indonesia.

Dengan penjualan dan pengalihan teknologi Rusia ke Indonesia, kepemilikan jet tempur Su-35 bukan lagi menjadi kekuatan China semata di kawasan ini.

Dari tulisan itu, tampak media Vietnam berharap Su-35 Indonesia nantinya (yang sesama anggota ASEAN),  bisa mematahkan monopoli atau dominasi Su-35 di wilayah Laut China Selatan.

Saat ini China dan Vietnam telah berulang kali bersitegang di Laut China Selatan, terkait klaim tumpang tindih di wilayah Laut China Selatan. Vietnam baru saja merampungkan pembelian enam kapal selam Kilo dari Rusia, untuk memperkuat posisi mereka di Laut China Selatan.

Tinggalkan komentar