Malaysia Bantah Beli MLRS AR3 dan Radar China

AR3 multiple-launch artillery rocket system (MLRS), Norinco, China (Sinha)

Kualalumpur – Angkatan Bersenjata Malaysia 11/8/2017 menyatakan tidak menerima tawaran dari China untuk membeli peluncur roket multi laras dan sistem radar untuk ditempatkan di ujung selatan negara Malaysia, dan membantah laporan media.

Bantahan itu menyusul berita bahwa perutusan China ke Malaysia pada pekan ini mengusulkan penempatan sarana tentara tersebut di Johor, negara bagian Malaysia berbatasan dengan Singapura.

Dengan mengutip sumber tertutup, laman berita Malaysia Insight menyatakan perutusan itu mengajukan penawaran tersebut pada Rabu, menyusul peluncuran jaringan rel kereta senilai 13 miliar dolar (130 triliun rupiah lebih), yang dibangun China.

Juru bicara tentara Malaysia menyatakan tidak ada usul semacam itu.

“Sejauh menyangkut angkatan bersenjata, tidak ada usul seperti itu,” ujar juru bicara Angkatan Bersenjata Malaysia kepada Reuters melalui telepon.

Menurut laporan tersebut, sebanyak 12 unit AR3 multiple-launch artillery rocket system (MLRS) ditawarkan untuk dibeli dengan masa pinjaman lima puluh (50) tahun.

Jumlah pinjaman atau biaya persenjataannya tidak diungkapkan. Jenis tata radar tersebut juga tidak diungkapkan.

“Straits Times” Singapura juga melaporkan penawaran itu, dengan mengutip sumber tinggi pemerintah Malaysia pada Kamis, yang mengatakan masalah tersebut “disinggung dengan ringan” dalam pembicaraan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dengan Penasihat Negara China Wang Yong di upacara peresmian pembangunan rel kereta itu.

“The Straits Times” menyatakan keputusan tegas mengenai usul itu baru dilakukan saat kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Malaysia pada akhir tahun ini.

“Ini pertama kali saya mendengarnya,” ujar Mohammad Irwan Serigar Abdullah, sekretaris jenderal perbendaharaan Malaysia, saat ditanya Reuters tentang usul China tersebut.

Kementerian Luar Negeri China mengajukan pertanyaan kepada Kementerian Pertahanan, yang menolak menanggapi, dengan mengatakan ekspor senjata bukan bagian dari tugasnya.

Sistem roket artileri AR3 dibangun China khusus untuk ekspor dan pertama kali digunakan pada 2011 serta dianggap sebagai salah satu perangkat MLRS paling kuat.

Malaysia menandatangani kesepakatan membeli empat kapal patroli pantai (littoral mission ships) dari China pada tahun lalu. Reuters/ Antara, 10/8/2017.

Sharing

Tinggalkan komentar