Korut Ancam Guam Setelah Ucapan “Fire and Fury” Trump

Dok. Uji Peluncuran ICBM Korea Utara (KCNA / BNO Newsroom)

Korea Utara mengatakan pada hari Selasa 8/8/2017 bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan rencana melakukan serangan roket strategis balistik ke wilayah Guam Pasifik AS, beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan kepada Korea Utara bahwa ancaman terhadap Amerika Serikat akan dipenuhi dengan “Api dan Kemarahan” (Fire and Fury).

Ketegangan ini telah menggetarkan pasar keuangan dan memicu peringatan dari pejabat dan analis AS untuk tidak terlibat dalam perang retorika dengan Korea Utara.

Juru BIcara Strategic Force of the Korean People’s Army (KPA) Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya “secara seksama memeriksa” sebuah rencana untuk menyerang Guam, yang merupakan rumah bagi sekitar 163.000 orang dan sebuah pangkalan militer AS yang mencakup skuadron kapal selam, pangkalan udara dan kelompok Coast Guard.

“KPA telah membuat catatan khusus tentang manuver tersebut,” bunyi pernyataan tersebut. “Pasukan Strategis KPA sekarang dengan hati-hati memeriksa rencana operasional untuk membuat tembakan melingkupi daerah sekitar Guam dengan roket balistik strategis medium-to-long-range Hwasong-12 untuk menyasar pangkalan militer utama A.S. di Guam …”, ujar juru bicara Tentara Rakyat Korea yang dirilis kantor berita KCNA, 8/8/2017.

Juru bicara KPA mengatakan, rencana tersebut akan dipraktikkan kapanpun begitu pemimpin Kim Jong Un membuat keputusan.

Gubernur Guam Eddie Calvo menepis ancaman tersebut dan mengatakan bahwa pulau tersebut dipersiapkan untuk “kemungkinan apapun” dengan pertahanan yang ditempatkan secara strategis. Dia mengatakan telah berhubungan dengan Gedung Putih dan tidak ada perubahan dalam tingkat ancaman.

Hwasong-12, Korea Utara (KCNA / BNO Newsroom)

“Guam adalah tanah Amerika … Kami bukan hanya instalasi militer,” kata Calvo dalam pesan video online.

Korea Utara, yang mengejar program rudal dan senjata nuklir, menentang resolusi Dewan Keamanan PBB dan juga menuduh Amerika Serikat merancang sebuah “perang preventif” dan mengatakan bahwa setiap rencana yang mengancam akan disambut dengan “perang habis-habisan, memusnahkan semua benteng musuh, termasuk daratan AS “.

Washington telah memperingatkan bahwa pihaknya siap untuk menggunakan kekuatan jika diperlukan untuk menghentikan program rudal balistik dan nuklir Korea Utara namun lebih menyukai tindakan diplomatik global, termasuk sanksi. Dewan Keamanan U.N dengan suara bulat memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara pada hari Sabtu.

Sebelumnya. Presiden Trump mengeluarkan peringatan terkerasnya untuk Korea Utara dalam komentar kepada wartawan di New Jersey pada hari Selasa, 8/8/2017.

“Korea Utara jangan melakukan ancaman lagi ke Amerika Serikat, mereka akan disambut dengan api dan kemarahan (Fire and Fury), hal yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya,” kata Trump. Dirilis Reuters, 8/8/2017.

Pernyataan Juru Bicara Tentara Rakyat Korea yang dirilis kantor berita KCNA, 8/8/2017.