Terkait Rencana Serangan ke Guam, AS Siapkan Langkah Tepat

Bomber B-1B Lancer (Master Sgt. Lance Cheung / U.S. Air Force)

London – Penasehat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis, 10-8-2017 mengatakan, Washington akan menggunakan “tindakan tepat” untuk melindungi AS dari ancaman Korea Utara yang mengatakan mengembangkan rencana menembakkan roket ke dekat wilayah AS,di Guam.

“Donald Trump tegas. Dia akan menggunakan tindakan tepat untuk melindungi Amerika Serikat dan warganya,” ujar Sebastian Gorka, wakil asisten Trump, kepada radio BBC.

“Kami tidak mengumumkan skenario masa depan kita dan cara kita akan menanggapi,” katanya, “Jika Anda menunjukkan ke pemain di sekitar meja, apa di tangan poker Anda, Anda akan kalah dalam permainan itu. Itu bukan pemikiran bagus dalam permainan kartu, itu sangat buruk dalam geopolitik.”

Ketegangan meningkat sejak Korea Utara melakukan dua uji bom nuklir pada tahun lalu dan dua uji peluru kendali balistik antarbenua pada Juli. Trump mengatakan tidak akan mengizinkan Pyongyang mengembangkan senjata nuklir, yang mampu menyerang Amerika Serikat.

Korea Utara merencanakan peluncuran peluru kendali jarak menengah ke wilayah Amerika Serikat di Guam pada pertengahan Agustus, menurut media pemerintah Korea Utara.

Laporan rinci mengenai serangan tersebut mengindikasikan ketegangan yang meningkat antara Pyongyang dan Washington, setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Korea Utara awal pekan ini bahwa pihak Korea Utara akan menghadapi “kemarahan besar” jika mengancam AS.

Kantor berita Korea Utara KCNA menganggap ancaman Trump hanya omong kosong.

“Sepertinya dialog tidak mungkin dilakukan dengan orang yang kehilangan akal dan hanya kekuatan mutlak yang bisa menimpanya,” katanya tentang Trump.

Tentara Korea Utara sedang membangun rencana untuk mencegat kekuatan musuh di pangkalan militer utama di Guam dan untuk memberi sinyal peringatan ke AS, demikian laporan KCNA.

Guam berpenduduk sekitar 163 ribu orang, dan memiliki pangkalan militer AS yang terdiri atas skuadron kapal selam, pangkalan udara dan kelompok penjaga pantai.

Roket Hwasong-12 yang akan diluncurkan oleh Tentara Rakyat Korea (KPA) akan melintasi langit Shimane, Hiroshima dan Perfektur Koichi di Jepang, menurut laporan tersebut mengutip pernyataan komandan Pasukan Strategis KPA Kim Rak Gyom.

Roket tersebut akan terbang sejauh 3.356,7 kilometer pada 1,065 detik dan menyentuh perairan sejauh 30 hingga 40 kilometer dari Guam.

Menteri Pertahanan AS Jim Matttis telah mengeluarkan peringatan keras kepada Korea Utara pada Rabu dan mengatakan kepada Pyongyang untuk menghentikan tiap pergerakan yang akan “menghancurkan rezim dan penduduknya”.

Sebelum itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memberlakukan sanksi baru terhadap Pyongyang.

Sanksi baru terhadap Pyongyang dapat memangkas sepertiga pendapatan ekspor tahunan Korea Utara, yang mencapai tiga miliar dolar AS. Antara/Reuters.

Sharing

Tinggalkan komentar