Mahasiswa Harus Jadi Kader Public Relations Berwawasan Kebangsaan

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Jakarta – Mahasiswa sebagai kader Public Relations di masa depan harus mempunyai wawasan kebangsaan yang mendalam dan terampil dalam membangun opini serta mampu bersaing di tingkat Internasional demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sewaktu memberikan ceramah kepada 270 peserta Studium Generale, terdiri dari 150 Dosen tetap, Dosen Part Time  dan Student League serta 120 Mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) pada Jumat 11-8-2017 di Auditorium Prof. Dr. Djajusman dan performance Hall Sudirman Park STIKOM, Jakarta.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo para mahasiswa LSPR sebagai kader Public Relations masa depan harus banyak berbuat dan berkreasi, bukan hanya berbicara. “Mahasiswa LSPR yang akan berhubungan dengan publik, perlu untuk memahami keadaan bangsa. Sebagai orang yang dekat dengan publik, tentunya harus dapat membangun suatu opini,” ujar TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Disisi lain, Panglima TNI menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sudah final, siapapun tidak boleh mengubahnya. “Nilai-nilai sila pada Pancasila, apabila kita laksanakan  dengan konsisten dan benar maka apa yang menjadi tujuan nasional yaitu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pasti tercapai,” jelas Panglima TNI.


Panglima TNI mengatakan “Itulah yang harus tetap kita jaga dan bina. Kuncinya adalah Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia, sebab Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang telah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan.”

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan pula bahwa bila tidak ada Islam bukan Indonesia, bila tidak ada Kristen bukan Indonesia, bila tidak ada Khatolik bukan Indonesia, bila tidak ada Hindu bukan Indonesia, bila tidak ada Buddha bukan Indonesia dan bila tidak ada Khonghucu bukan Indonesia. Itulah Indonesia kita yang indah,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara besar di garis ekuator mempunyai kekayaan melimpah sebagai sumber pangan, dan tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi sasaran invasi oleh negara asing. “Hal ini adalah bagian dari kompetisi global, sebab pangan adalah mati hidupnya suatu bangsa, apabila kebutuhan pangan tidak dipenuhi bisa menjadi mala petaka,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

“Hal itulah yang harus diantisipasi bangsa Indonesia sebab kekayaan alamnya akan menjadi rebutan negara-negara asing. Jadi bangsa Indonesia harus siap menghadapi kenyataan ini sebab salah satu negara di Ekuator yang mempunyai energi luar biasa besar,” jelas Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo . (Puspen TNI).

Sharing

Tinggalkan komentar