Teknologi VIRTSIM Asah Kemampuan Tempur Tentara Malaysia

Tentara Darat Malaysia menggunakan Teknologi VIRTSIM untuk latihan pertempuran (Malaysiamilitarypower.blogspot.co.id)

Negeri Sembilan – Panglima Tentera Darat (PTD) Malaysia, Jenderal Dato’ Sri Zulkiple Hj Kassim meresmikan penggunaan Immersive Virtual Training Simulator (VIRTSIM) yang merupakan teknologi latihan peperangan mengunakan Simulator Arena Realitas 3 Dimensi, yang membuat prajurit Angkatan Darat Malaysia melaksanakan latihan pertempuran, seolah-olah berada dalam situasi pertempuran sebenarnya. Sistem VIRTSIM untuk latihan perang ini diluncurkan di Pusat Olah Perang, Tentara Diraja Malaysia, 14 Agustus 2017.

VIRTSIM merupakan teknologi yang menyediakan latar belakang latihan militer yang dapat diubah-ubah mengikuti kehendak latihan, berasaskan realita maya yang dapat memberi latihan kepada anggota Angkatan Darat Malaysia untuk berlatih dalam skenario yang dibuat.

Sistem ini membuat anggota Angkatan Darat Malaysia mengasah kemahiran taktik militer, meningkatkan kemampuan terhadap suasana pertempuran dan mencapai objektif latihan yang ditetapkan dengan semua bentuk latihan yang dapat dibuat di arena realita maya.

Teknologi ini buatan Perusahaan Motion Reality dari Amerika Serikat yang sukses mencipta rupa bentuk badan manusia secara maya sama seperti di dunia nyata dengan menangkap gerakan nyata dan disalurkan dalam bentuk data yang dinamik secara saintifik.

Tentara Darat Malaysia menggunakan Teknologi VIRTSIM untuk latihan pertempuran (Malaysiamilitarypower.blogspot.co.id)

Alat ini menggunakan sistem penjejak khusus dan Head Mounted Display, agar prajurit dapat menyelami sepenuhnya skenario latihan realita maya 3D dan dapat menukar senario pertempuran dalam beberapa menit melalui program yang ditetapkan serta dapat merekekam setiap sesi latihan dari ksemua sudut untuk dipertonton kembali.

Delapan hingga 12 anggota dapat melaksanakan latihan pertempuran selama satu jam untuk satu senario yang meliputi 48 senario pertempuran.

Panglima Tentera Darat (PTD) Malaysia mengucapakan terima kasih kepada kerajaan Malaysia dan merasa amat bangga dengan perolehan sistem ini kerena di dunia Malaysia merupakan negara ketiga yang mengunakan sistem ini setelah Amerika Syarikat dan Uni Emirat Arab.

“Dalam situasi latihan pertempuran, seorang anggota memerlukan 10 kali latihan untuk memahirkan diri dengan biaya latihan yang besar, tetapi dengan adanya sistem ini memungkinkan hanya memerlukan delapan kali latihan dan hanya dua kali latihan sebenarnya dan secara tidak langsung dapat mengurangi biaya setiap latihan,” tegas PTD, dirilis Btdmonline.net, 14/8/2017.

Sharing

Tinggalkan komentar