13 Prajurit TNI Selesaikan Pendidikan SAAB – Swedish Defence University

Manpads RBS 70 buatan Swedia yang juga digunakan militer Indonesia (nevskii-bastion.ru)

Jakarta – Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI, Marsekal Muda TNI Dedi Permadi menyerahkan sertifikat kepada 13 Perwira Menengah I(Pamen) TNI dan 3 Insinyur dari PT Pindad dan PT LEN yang telah berhasil mengikuti program pendididikan intensif.

Program, intensif itu, digelar oleh perusahaan pertahanan dan keamanan asal Swedia, SAAB serta Swedish Defence University.

Penyerahan sertifikat yang juga dihadiri oleh Kepala SAAB Indonesia, Anders Dahl itu dilakukan pada Rabu 16-8-2017 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta.

Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedi Permadi mengatakan, program pendidikan yang digelar selama 6 bulan ini sangat bagus untuk memberikan pencerahan bagi para Perwira Menengah tentang teknologi dan industri pertahanan yang dimiliki Swedia.

“Ini melatih para Pamen TNI yang memiliki latar belakang ilmu teknik untuk berimprovisasi dan mengembangkan ilmu teknologi yang dimilikinya,” sebut Marsda TNI Dedi Permadi  .

Ke depan, kata Marsda TNI Dedi Permadi, program pendidikan itu pasti akan bermanfaat bagi para Pamen TNI dan mereka bisa memberikan rekomendasi-rekomendasi kepada Mabes TNI dan matranya dalam melengkapi Alutsista yang dipunyai  TNI dan untuk mencerdaskan personil TNI.

“Kita melatih pola pikir. Transfer pengetahuan dan transfer ilmu teknologi. Program ini akan mencerdaskan personil dan wawasannya semakin luas,” kata Marsda TNI Dedi Permadi.

Sebanyak 16 orang peserta pendidikan itu pada Maret 2017 memulai kursus eksekutif selama 6 bulan dengan tema “Technology Forecasting and Long-Term Defence Planning” sebagai bagian dari program beasiswa Saab, bekerja sama dengan Swedish Defence University.

Pendidikan itu terdiri dari kuliah, diskusi, kunjungan lapangan dan proyek akhir yang semuanya disampaikan dalam bahasa lnggris. Seluruh siswa mengunjungi 4 kota di Swedia untuk mengevaluasi teknologi Saab dan teknik produksi yang berbeda.

Mereka juga menghadiri serangkaian kuliah di kampus Swedish Defence University di Stockholm. Pada akhir kursus, diajarkan pemahaman yang lebih dalam mengenai pengembangan teknologi dan penerapan di sektor pertahanan.

Para peserta diminta untuk menganalisis dan menggambarkan tantangan dalam mengembangkan konsep operasi sistem, dan melaksanakan evaluasi sistem secara terperinci dengan menggunakan metodologi penilaian teknologi Militer.

“Kami sangat bangga bahwa 16 perwira Menengah dan Insinyur sudah  berhasil menyelesaikan program ini dengan sangat baik. Ini adalah hasil yang bagus untuk program beasiswa SAAB dan komitmen SAAB untuk berbagi pengetahuan dan mentransfer teknologi ke Indonesia,” kata Kepala SAAB Indonesia, Anders Dahl.

Sampai sekarang ini, Saab sudah memberikan 28 orang dari 50 orang beasiswa yang direncanakan di berikan kepada warga negara Indonesia. Program beasiswa SAAB untuk Indonesia bermitra dengan 4 universitas teknik terkemuka di Swedia untuk menawarkan berbagai pendidikan mulai dari gelar Master hingga kursus eksekutif yang lebih pendek.

Masih ada 22 orang kesempatan beasiswa yang tersisa bagi Perwira, Insinyur dan mahasiswa Indonesia dalam waktu dekat.

Anders mengatakan, terselesainya program pendidikan itu merupakan kerja sama yang baik antara Indonesia, khususnya TNI dan SAAB.

Ke depan, kata Marsda TNI Dedi Permadi, akan ada kesempatan akan menambah kuota peserta beasiswa, bila prospeknya bagus untuk program-program beasiswa ini.

“Jika Indonesia membeli produk alutsista dari SAAB, maka kita akan memberikan paket beserta beasiswanya,” ujar Asisten Personel Panglima TNI, Marsekal Muda TNI Dedi Permadi. Dirilis Antara 16 Agustus 2017

Tinggalkan komentar