Teknologi Modifikasi Cuaca “Amankan” Peringatan Kemerdekaan

Dok. Casa 212 TNI AU (Instagram: dany_putranto / @DNY)

Jakarta – Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto pada Kamis 17-8-2017 di Jakarta, mengatakan pihaknya diberikan amanat untuk melakukan usaha pencegahan terjadinya hujan di area-area yang menjadi lokasi perayaan HUT ke-72 Republik Indonesia, sehingga rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar.

Rekayasa cuaca, menurut Tri Handoko Seto, dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 16 sampai 18 Agustus 2017 di atas langit ibukota. Terkait misi yang dilaksanakanĀ selama 3 hari operasi modifikasi cuaca ini disesuaikan dengan 3 agenda penting kenegaraan, yakni :

  1. Apel Kehormatan dan Malam renungan suci yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 16 Agustus 2017, tepat menjelang tengah malam.
  2. 17 Agustus 2017 saat upacara pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih di Halaman Istana Merdeka.
  3. Kegiatan puncak perhitungan mundur penyelenggaraan Asian Games 2018, rencananya dilakukan pada 18 Agustus 2017, yang diramaikan oleh penampilan dari salah satu “girl band” asal Korea Selatan yaitu Girls Generation (SNSD).

Sebagai informasi, dalam Operasi Modifikasi Cuaca ini BPPT bekerjasama dengan TNI AU dan BMKG. TNI AU, menurut Tri Handoko Seto, memberikan bantuan dukungan Armada Pesawat Terbang CASA 212-200 dan BMKG memberikan dukungan informasi serta prediksi cuaca di daerah target.

Kegiatan TMC tambahnya, dipusatkan di Posko Lanud Halim Perdana Kusuma. Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan “briefing” pagi untuk melihat kesiapan baik Armada serta sarana pendukung bandara, sementara BMKG menyampaikan proyeksi cuaca pada hari tersebut sebagai acuan untuk rencana pelaksanaan misi penerbangan dan penyemaian awan.

Pada waktu-waktu krusial di mana mendekati pelaksanaan agenda kenegaraan maka pengamatan cuaca akan dilakukan semakin intens, seanjutnya akan segera diputuskan untuk melaksanakan penerbangan dan penyemaian awan-awan yang berpotensi mengganggu.

Setiap satu sorti penerbangan dan penyemaian awan dilaksanakan penaburan 1.000 kilogram (kg) bahan semai ke awan-awan target. Dengan pelaksanaan penyemaian awan, hujan yang tadinya diprediksi akan turun di area pelaksanaan acara dapat turun di wilayah lain yang lebih aman. Untuk menyokong kegiatan di Posko TMC tersedia 1 unit pesawat CASA 212-200 dengan callsign A-2103 serta 10.000 kg bahan semai, ujar Tri Handoko Seto.

“Tahun lalu kami diminta melaksanakan rekayasa cuaca untuk peringatan Hari Sumpah Pemuda, yakni pada kegiatan Nusantara Berdendang, 28 Oktober 2016. Selanjutnya pada upacara peringatan hari lahir Pancasila di halaman Gedung Pancasila pada 1 Juni 2017 dan pada Dzikir Kebangsaan di Istana Negara pada 1 Agustus 2017,” kata Tri Handoko Seto.

Semua kegiatan tersebut, menurut Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto , berjalan dengan sukses tanpa ada gangguan dan kendala yang diakibatkan oleh faktor cuaca. Dirilis Antara 17 Agustus 2017.

Sharing

Tinggalkan komentar