Panglima TNI Harapkan Amerika Serikat – Korea Utara, Berdamai

Foto dirilis Korean Central News Agency (KCNA), Korea Utara, 30/5/2017.

Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengharapkan konflik antara Amerika Serikat dan Korea Utara dapat diselesaikan dengan cara yang damai dan diplomasi.

“Bangsa Indonesia dengan kebijakan luar negerinya, menghimbau semuanya agar diusahakan secara diplomasi. Mudah-mudahan dengan diplomasi yang ada, semuanya dapat diselesaikan tanpa harus ada korban, itu lebih baik,” ujar Panglima TNI usai menghadiri acara doa bersama, Kamis 17-8-2017 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.

Panglima menjelaskan Indonesia berkewajiban untuk menciptakan perdamaian dunia, seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Korea Utara berencana meluncurkan peluru kendali jarak menengah ke wilayah Amerika Serikat di Guam pada pertengahan Agustus 2017. Pulau Guam posisinya tidak terlalu jauh dengan Indonesia, yakni dari Jayapura, Papua.

Walaupun demikian, Panglima TNI menghimbau agar masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir dari konflik tersebut.

“Kalau kita sudah berdoa seperti ini, ngapain kita khawatir, serahkan pada Allah SWT,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dirilis Antara, 17/8/2017.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, AS gerah dengan uji coba senjata rudal antarbenua yang dilakukan Korea Utara. Presiden AS Donald Trump pun mengecam tindakan Korea Utara tersebut.

Namun, Korea Utara justru bertindak lebih maju, dengan menyusun sejumlah rencana serangan terperinci ke Guam, wilayah Amerika Serikat.

“Tentara Korea Utara sedang membangun rencana untuk mencegat kekuatan musuh di pangkalan militer utama di Guam dan untuk memberi sinyal peringatan ke AS, ujar laporan, KCNA, 10/8/2017.

Guam berpenduduk sekitar 163 ribu orang, dan memiliki pangkalan militer AS yang terdiri atas skuadron kapal selam, pangkalan udara dan kelompok penjaga pantai.

Menteri Pertahanan AS Jim Matttis membalasnya dengan mengeluarkan peringatan keras kepada Korea Utara dan mengatakan kepada pihak Pyongyang untuk menghentikan setiap pergerakan yang akan “menghancurkan rezim dan penduduk Korea Utara”, 10/8/2017.

Tanggal 14/8/2017 Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un memeriksa Komando Pasukan Strategis Tentara Rakyat Korea (KPA) dan mendengarkan laporan dari pasukannya mengenai persiapan untuk melaksanakan rencana “menyelimuti Guam dengan api”.

Kim Jong Un memuji langkah pasukan strategis negerinya karena membuat rencana terperinci dan lengkap, untuk persiapan melancarakan serangan rudal ke wilayah AS, Guam.

Namun Kim mengatakan akan mengamati sikap Amerika Serikat untuk sementara waktu, sebelum mengambil keputusan.

“Amerika Serikat adalah pihak pertama yang membawa banyak peralatan nuklir strategis di dekat kita, pertama yang harus membuat keputusan tepat dan menunjukkannya melalui tindakan, jika mereka ingin mengurangi ketegangan di semenanjung Korea dan mencegah bentrokan militer yang berbahaya,” ujar Kim Jong Un, dikutip KCNA, 15/8/2017.

Kim Jong Un mengatakan untuk meredam ketegangan, AS harus segera menghentikan semua perbuatan provokasi dan membuat “tuntutan sepihak” terhadap Korea Utara.

Sharing

Tinggalkan komentar