Susi : Memastikan Laut Masa Depan Bangsa, Maka Dipegang Kemerdekaannya

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan Kuliah Umum di ITB, Bandung, 19/8/2017. (KKP RI)

Bandung – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan kebijakan menenggelamkan kapal pencuri ikan atau Illegal Fishing sebagai usaha menjadikan bangsa Indonesia berdaulat di mata dunia.

“Kita harus jadi negara berdaulat. Kita memastikan laut masa depan bangsa, maka dipegang kemerdekaannya, kekuasaannya ditangan kita,” ujar Menteri Susi Pudjiastuti saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru Institute Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat 18-8-2017 di Sasana Budaya Ganehsa (Sabuga), Bandung, Jawa Barat.

Menteri Susi Pudjiastuti mengatakan, tanpa ada kedaulatan dapat menjadi pintu masuk bagi para mafia untuk mengacaukan situasi kelautan di Indonesia.”Tanpa kedaulatan kita tidak bisa melaksanakan apapun sesuai dengan kemauan, nanti akan ditekan oleh seseorang,” ujar Menteri Susi Pujiastuti.

Salah satu langkah agar Indonesia berdaulat, Menteri Susi Pudjiastuti pernah mengundang duta besar dari negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, Philipina, Malaysia, dan Australia untuk mengadakan pertemuan pada tahun 2014.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan Kuliah Umum di ITB, Bandung, 19/8/2017. (KKP RI).

Menteri Susi Pudjiastuti memaparkan bahwa kegiatan illegal fishing yang terjadi di perairan Indonesia yang dilaksanakan nelayan negara-negara tersebut, akan ditenggelamkan tanpa ada kompromi apapun.

“Kita akan mulai memoratorium dan melarang transhipmen, dan kalau tertangkap kalau illegal akan saya tenggelamkan,” ujar Menteri Susi Pudjiastuti .

Dengan kebijakannya ini, kata Menteri Susi Pudjiastuti, berdampak positif bagi biota laut Indonesia. Sebelum dirinya ditunjuk Presiden Joko Widodo, stok ikan diperairan Indonesia hanya berjumlah 6,5 juta ton, tetapi sekarang pada tahun 2017 terjadi peningkatan hingga 12,5 juta ton.

Tak hanya mengamankan ikan dari pencurian, kebijakan ini juga ditujukan untuk menyelamatkan kehidupan nelayan lokal, pengusaha, serta pihak-pihak terkait.

“Pertama kali dalam sejarah neraca perdagangan ikan, kita nomor satu di Asia Tenggara. Jadi ketahuan Vietnam dan Thailand di mana asal ikannya,” Ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dirilis Antara 18-8-2017.

Sharing

Tinggalkan komentar