Home » Militer Indonesia » AL Indonesia, Singapura, Malaysia Cari Awak DDG-56 yang Hilang

AL Indonesia, Singapura, Malaysia Cari Awak DDG-56 yang Hilang

Kerusakan USS John S McCain setelah tabrakan, 21/8/2017. (People’s Daily,China?)

Tanjungpinang – TNI AL menambah dua Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk mencari para korban kecelakaan laut antara Kapal perang destroyer USS John S McCain (DDG-56) Amerika Serikat dengan tanker MV Alnic MC berbendera Liberia.

“TNI AL juga memperkuat pencarian para korban dengan menggunakan satu pesawat maritim,” ujar Kepala Dinas Penerangan Lantamal IV, Mayor Laut (KH) Josdy Damopolii, di Tanjungpinang, Selasa, 22/6/2017, dirilis Antara.

Penambahan dua KRI dan satu pesawat maritim disebabkan pencarian terhadap para korban diperluas.

Sebelumnya, sebanyak 10 korban Kapal destroyer Amerika Serikat DDG-56 bertabrakan dengan MV Lanic di laut Singapura, di timur Selat Malaka, Kabupaten Bintan Senin (21/8/2017) pagi.

Lantamal IV juga menugaskan puluhan anggota TNI AL untuk mencari para korban di bibir pantai sekitar Bintan dengan menggunakan Kapal Patroli Laut.

Berdasarkan arah angin dan arus laut, menurut dia para korban potensial terbawa arus ke sekitar perairan Bintan. Diperkirakan para korban yang tidak dapat menyelamatkan diri saat ini dalam kondisi terapung, karena sudah sehari peristiwa tabrakan itu terjadi.

Kerusakan Destroyer USS John s McCain pascatabrakan dengan kapal tanker minyak Liberia di Laut Singapura, 21/8/2017 (US Navy)

“Pencarian para korban tidak hanya di tengah laut, melainkan juga di area hutan bakau dekat bibir pantai,” katanya.

Sebelumnya, Lantamal IV/Tanjungpinang mengerahkan KRI Cucut-886 dan KRI Parang-647 serta satu helikopter untuk mencari awak Kapal USS John S McCain.

Komandan Lantamal IV Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno mengatakan, Kapal destroyer DDG 56 Arleigh Burke-class, mengalami kerusakan di bagian buritan lambung kiri bangunan kapal dalam peristiwa tabrakan itu.

Upaya penyelamatan para korban juga dilakukan Malaysian Maritime Enforcement Agency dan Royal Malaysian Navy dengan mengerahkan satu kapal dan dua kapal cepat.

Pemerintah Singapura juga menugaskan Police Coast Guard dan Royal Singapore Navy. Satuan ini melibatkan RSS Gallant dan RSS Resilence serta Basking Shark SAR.

“Sebanyak satu Helikopter Sea Hawk dari USS John S McCain telah diterbangkan melakukan pencarian dilokasi kejadian,” ujar Komandan Lantamal IV.