Jul 272018
 

The BADGER explosion on April 18, 1953, as part of Operation Upshot-Knothole, at the Nevada Test Site. (photo: National Nuclear Security Administration – commons.wikipedia.org)

  • Ada sembilan negara yang memiliki 14.500 senjata nuklir dunia.
  • Rusia dan Amerika Serikat memiliki sekitar 13.350 di antaranya.
  • Tidak jelas apakah Trump membahas perjanjian senjata nuklir baru dengan Putin, karena yang sekarang dijadwalkan berakhir 2021.

Jakartagreater.com , Sudah lebih dari seminggu sejak kedua pemimpin klub nuklir dunia bertemu di belakang pintu tertutup di ibukota Finlandia Helsinki.

Kedua Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang memiliki bagian terbesar nuklir dunia, mengatakan menjelang diskusi formal pertama mereka bahwa mereka akan membahas proliferasi senjata nuklir.

“Jika kita dapat melakukan sesuatu untuk secara substansial mengurangi mereka, maksud saya, idealnya menyingkirkan mereka, mungkin itu adalah mimpi, tetapi tentu saja itu adalah subjek yang akan saya bawa bersamanya,” kata Trump sebelum pertemuan. “Proliferasi itu luar biasa, maksudku, bagiku, ini masalah terbesar di dunia, senjata nuklir, masalah terbesar di dunia.”, dirilis cnbc.com, 24/7/2018.

Demikian pula, pemimpin Rusia mengatakan kedua negara memiliki “tanggung jawab untuk menjaga keamanan internasional,” mengutip persenjataan senjata nuklir masing-masing.

“Sangat penting bahwa kita menyempurnakan stabilitas dan keamanan global dan nonproliferasi senjata pemusnah massal,” kata Putin dalam konferensi pers bersama dengan Trump.

Namun, tidak jelas apa yang Trump dan Putin bahas berkaitan dengan stok senjata nuklir mereka. Satu opsi yang mungkin diajukan Trump kepada pemimpin Rusia adalah perjanjian senjata nuklir baru. Perjanjian START Baru, yang merupakan perjanjian nuklir saat ini, dijadwalkan berakhir pada 2021.

Sementara itu, ada sekitar 14.500 senjata nuklir di dunia dan sembilan negara yang memilikinya, menurut analisis terbaru. Rusia dan Amerika Serikat memiliki sekitar 13.350 di antaranya.

Sementara jumlah yang tepat dari nuklir di masing-masing gudang negara dijaga ketat, di bawah ini adalah rincian berapa banyak senjata yang ada, menurut perkiraan dari Arms Control Association dan Federation of American Scientists.

North Korea

  • Total nuclear weapons: ~10 to 20
  • Total nuclear tests: ~6
  • First tested: October 2006
  • Most recent test: September 2017

Israel

  • Total nuclear weapons: ~80
  • Total nuclear tests: 0
  • First tested: No confirmed tests
  • Most recent test: No confirmed tests

India

  • Total nuclear weapons: ~120 to 130
  • Total nuclear tests: ~3
  • First tested: May 1974
  • Most recent test: May 1998

Pakistan

  • Total nuclear weapons: ~130 to 140
  • Total nuclear tests: ~2
  • First tested: May 1998
  • Most recent test: May 1998

United Kingdom

  • Total nuclear weapons: ~215
  • Total nuclear tests: ~45
  • First tested: October 1952
  • Most recent test: November 1991

China

  • Total nuclear weapons: ~270
  • Total nuclear tests: ~45
  • First tested: October 1964
  • Most recent test: July 1996

France

  • Total nuclear weapons: ~300
  • Total nuclear tests: ~210
  • First tested: February 1960
  • Most recent test: January 1996

United States

  • Total nuclear weapons: ~ 6,550
  • Total nuclear tests: ~ 1,030
  • First tested: July 1945
  • Most recent test: September 1992

Russia

  • Total nuclear weapons: ~6,800
  • Total nuclear tests: ~ 715
  • First tested: August 1949
  • Most recent test: October 1990
Bagikan:

  2 Responses to “14.500 Senjata Nuklir di Dunia, Ini Pemiliknya…”

  1.  

    Ngapain sih punya senjata nuklir? Yuuk kita bikin yg banyak … 😀

  2.  

    Dari 1030 test itu kemungkinan pasti ada yg punya siroel enak yah siroel, punya nuklir pun ga da yg berani ngelarang anak emas asu gitu loh… kalau Indonesia kalau mo ngetes cocoknya dimana yah wkkkk… Padahal dari jaman bung karno dulu indonesia udah punya rencana tapi ehh ternyata karam duluan dan sampai sekarang penerusnya ga da yg berani bikin… Boro2 Senjata Nuklir lah energinya dulu aja deh ga da yg minat padahal sumber daya melimpah, lucunya walau ga da penerusnya Yg minat tapi SDM ahli2 Nuke lulusan amrik dan rusia ternyata banyak juga yah di sini tapi kenapa ga di manfaatkan buat PLTN sayang sekali ckckck… keburu pensiun semua tuh doktor and profesor tanpa ada ilmunya yg di terapkan dimari… Mungkin kita harus nunggu seabad lagi yah baru ada yg minat xixixi…

 Leave a Reply