Pulau Batek Strategis untuk Pangkalan Militer

Pulau Batek NTT ( photo : Ekspedisinkrijelajahpantai.blogspot.co.id)

Kupang – Pulau Batek di wilayah Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan wilayah kantung (enclave) Timor Leste, Oecusse, sangat strategis untuk pembangunan Pangkalan Militer Indonesia.

“Letak Pulau Batek sangat strategis bagi Indonesia untuk membangun Pangakalan Militer” kata Kasi Teritorial Korem 161/Wirasakti Kupangn Letkol Inf Afson Sirait pada Rabu 23-8-217 di Kupang.

Sekarang ini, kata Letkol Inf Afson Sirait, Pulau Batek ditempati oleh pasukan Marinir dan TNI-AD untuk menjaga keamanan di pulau yang menjadi beranda terdepan NKRI itu.

Pulau Batek, lanjutnya, dari hasil peta topografi Angkatan Darat merupakan wilayah yang menguntungkan bagi Indonesia. Tetapi, dalam peta Traktat atau Treaty Portugis pada 1904 menguntungkan pihak Timor Leste sebab penentuan batasnya.

“Sementara kalau versi kita dari Traktat itu kita ambil sudut kompasnya dari teluk wilayah Indonesia, makanya sampai sekarang tetap dipertahankan,” ujar Letkol Inf Afson Sirait .

Untuk itu, Pemerintah Indonesia melalui TNI tetap menjaga dan mempertahankan keberadaan Pulau Batek yang merupakan kepunyaan NKRI di tengah persoalan sengketa wilayah perbatasan pada sejumlah titik seperti di Naktuka, Kabupaten Kupang, maupun di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Jika pulau itu menjadi milik Timor Leste, maka bisa juga digunakan untuk membangun Pangkalan Militernya,” kata Letkol Inf Afson Sirait, dirilis Antara, 23/8/2017.

Pulau Batek NTT

Letkol Inf Afson Sirait mengatakan hal ini dalam diskusi publik mengenai Optimalisasi Peran Pers dan Generasi Muda dalam Memperkuat Rasa Kebangsaan di Perbatasan, yang digelar PWI NTT bersama Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) di Universitas Muhammadiyah Kupang.

Pihak TNI, lanjutnya, terus berusaha memaksimalkan usaha penjagaan di wilayah tapal batas melalui pos-pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan, masing-masing Sektor Barat sebanyak 19 Pos dan sektor Timur 20 Pos.

Selain itu, usaha menjaga pertahanan dan keamanan negara juga dilakukan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di kawasan terisolir di perbatasan yang telah disetujui Pemerintah untuk dilaksanakan setiap tahun.

“Kemudian kita laksanakan operasi teritorial juga setiap tahun yang disetujui Panglima TNI untuk menyentuh daerah-daerah garda terdepan kita,” ujar Kasi Teritorial Korem 161/Wirasakti Kupang Letkol Inf Afson Sirait.

Sharing

Tinggalkan komentar