Vetnam Serukan Persatuan Kuat Asean di Tengah Ketegangan LCS - JakartaGreater

Vetnam Serukan Persatuan Kuat Asean di Tengah Ketegangan LCS

Konferensi Pers Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Jenderal Partai Republik Sosialis Vietnam Nguyen Phu Trong, Jakarta, 23/8/2017. (Sekretariat Negara)

Hanoi – Pemimpin yang paling berkuasa Vietnam menyerukan persatuan yang lebih kuat di antara negara-negara Asia Tenggara untuk menantang klaim wilayah China di Laut China Selatan.

Dalam kunjungan pertama kepala partai komunis Vietnam ke Indonesia, Nguyen Phu Trong mengatakan dalam sambutan yang disiarkan televisi pada Rabu 24-8-2017 di negaranya, bahwa Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) perlu dipersatukan dalam menyelesaikan perselisihan wilayah.

“Jangan sampai ASEAN menjadi tempat permainan kartu untuk persaingan di antara negara besar,” ujar Trong, tanpa memastikan apa maksudnya.

Vietnam muncul sebagai lawan paling lantang pada klaim China di Laut China Selatan, tempat lebih dari 3 triliun muatan dikirim setiap tahun.

Terlepas dari kekesalan China, Vietnam mengadakan pertemuan ASEAN bulan ini untuk sebuah komunike yang mencatat kekhawatiran tentang pembangunan pulau dan mengkritik militerisasi di Laut China Selatan.

Tekanan China memaksa Vietnam untuk menghentikan pengeboran minyak bulan lalu di blok minyak Vietnam yang diklaim China. Beijing juga marah dengan perkembangan hubungan pertahanan Vietnam dengan Amerika Serikat, Jepang dan India.

Beberapa negara Asia Tenggara mewaspadai kemungkinan dampak dari menentang Beijing akibat mengambil posisi lebih kuat di Laut China Selatan.

China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, sementara Taiwan, Malaysia, Vietnam, Filipina dan Brunei mengklaim sejumlah bagian dari laut itu, yang menguasai jalur strategis dan mempunyai lahan perikanan yang kaya serta deposit minyak dan gas bumi yang besar.

China menguasai penuh Paracels pada 1974 sesudah bentrok laut dengan Vietnam. Adapun pulau Woody disebut China sebagai kota Sansha, pusat pemerintahannya untuk Laut Cina Selatan.

Kendati China menyebutnya kota, jumlah penduduk Sansha tidak lebih dari beberapa ribu orang dan banyak pulau serta terumbu bersengketa di laut tersebut tidak berpenghuni.

Setelah ke Indonesia, Trong akan berkunjung ke Myanmar.

Sebelumnya, pertemuan yang dijadwalkan antara Menteri Luar Negeri China dengan Vietnam di sela-sela pertemuan ASEAN, dibatalkan, ujar pejabat kedutaan besar China, di tengah peningkatan ketegangan kedua negara itu di Laut Cina Selatan.

Pejabat kedutaan China itu tidak memberikan alasan pembatalan pertemuan tersebut, yang dijadwalkan pada Senin 21-8-2017 di Manila antara Menteri Luar Negeri China Wang Yi dengan timpalannya, Pham Binh Minh dari Vietnam.

Pejabat kementerian luar negeri China mengatakan mereka “sudah bertemu”. Kementerian luar negeri Vietnam belum menanggapi saat dimintai komentar.

Beijing peka terhadap rujukan terselubung ASEAN sehubungan pengurukan di tujuh terumbu karang dan sarana militernya di Laut Cina Selatan, yang mengklaim hampir seluruh wilayah di perairan tersebut meski juga ada klaim dari 5 negara lain. Antara/Reuters, 24-8-2017.

Tinggalkan komentar