Bupati Manokwari Selatan Ingin Putra-Putri Arfak Jadi Tentara

Dok. Latihan Prajurit TNI di “Rim of the Pasific” (RIMPAC), Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, (Reuters/Hugh Gentry)

Ransiki – Bupati Manokwari Selatan, Papua Barat, Markus Waran menginginkan lebih banyak putra-putri dari masyarakat Suku Arfak di daerah tersebut yang bergabung menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia.

“Dodik Rindam (Resimen Induk Daerah Militer) segera dibangun di Manokwari Selatan. Ini tentu akan membawa peluang lebih besar bagi anak-anak Papua terutama putra-putri Arfak untuk dididik menjadi anggota TNI,” ujar Bupati pada Kamis 24-8-2017 di Ransiki, Manokwari Selatan.

Bupati mengutarakan, Manokwari Selatan sudah menghibahkan lahan seluas 154 hektare. Lahan tersebut semula akan digunakan untuk kompleks perkantoran Bupati.

Di lokasi tersebut, kata Markus Waran sudah ada beberapa gedung yang dibangun tetapi belum selesai. Kodam XVIII/Kasuari akan melanjutkan pembangunan tersebut dan melengkapinya sesuai kebutuhan Rindam.

“Selain membuka peluang bagi anak-anak Papua untuk menjadi tentara, kami juga berharap kehadiran Rindam membawa dampak  bagi pembangunan daerah,” ujar Markus Waran .

Manokwari Selatan, Papua Barat

Bupati Manokwari Selatan berkeyakinan, kehadiran TNI  dapat membantu meningkatkan keamanan daerah. Dengan demikian, hal ini membuka peluang bagi para pemilik modal untuk berinvestasi di daerah tersebut.

Bupati Manokwari Selatan menambahkan, selain pendidikan TNI, di daerah itu pun akan dibangun Sekolah Polisi Negara (SPN). Pemerintah daerah dan masyarakat pun sudah menghibahkan lahan kepada Polri melalui Polda Papua Barat.

“Dodik Rindam akan berdiri di Distrik Momiwaren kalau SPN di Distrik Oransbari. Lengkap sudah, sekarang tinggal masyarakat untuk menyiapkan anak-anaknya,” ujar Bupati Manokwari Selatan lagi.

Markus Waran menghimbau, para putra daerah menggunakan kesempatan ini dengan menyiapkan diri baik secara fisik, mental maupun kecakapan intelektual. Diharapkan, para putra daerah tidak mengkonsumsi minuman keras dan berperilaku negatif sehingga siap mengikuti seleksi saat ada penerimaan calon siswa TNI maupun Polri.

“Jangan tiba saat tiba akal. Syarat untuk menjadi anggota itu tidak mudah. Jangan sampai anda gugur seleksi kemudian menyalahkan pemerintah dengan alasan pemerintah tidak mau membantu,” jelas Bupati Manokwari Selatan, Papua Barat, Markus Waran. Antara 24-8-2017.

Sharing

Tinggalkan komentar