Upaya Papua Barat Kembangkan Bandara Raja Ampat

Raja Ampat, Papua Barat

Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat tahun ini mengucurkan anggaran Rp.25 miliar untuk mengembangkan bandar udara Marinda, Waisai, Raja Ampat.

“Proyeknya sedang dalam tahap tender. Semoga segera ada pemenang sehingga kontrak kerjanya bisa kita tandatangani untuk memulai pembangunan,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat, Max L Sabarofex di Manokwari, Selasa, 29/8/2017.

MAax mengutarakan anggaran itu akan dimanfaatkan untuk membangun sisi darat kebandaraan.

Pembangunan kebandaraan itu antara lain jalan penghubung dari bandara menuju rumah pegawai, pembangunan jembatan dan jalan masuk menuju Bandara, pagar pengaman dan pemasangan bronjong tepi sungai.

Sedangkan perpanjangan “runway” atau landasan pacu Bandara belum bisa dilaksanakan karena tahun ini pembangunan difokuskan pada sisi darat Kebandaraan, ujar Max.

“Pembangunan Bandara Marinda akan kita kerjakan bersama pemerintah pusat. Kita belum masuk pada runway, barang kali nanti ada alokasi anggaran dari pemerintah pusat,” ujarnya, dirilis Antara.

Menurutnya, pembangunan Raja Ampat bukan hanya menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Tahun ini kita mulai dari sisi darat, sehingga kalau sudah saatnya runway dan terminal bandara dikembangkan semua sudah aman,” ujar Max.

Bandara Marinda saat ini sudah beroperasi untuk melayani pesawat jenis ATR dan perpanjangan runway akan dilakukan agar bisa didarati pesawat berbadan besar.

Bandara Marinda saat ini sudah memiliki landasan pacu sepanjang 1.400 meter dan pemerintah pusat sudah merencanakan perpanjangan runway bandara ini.

“Kita ingin, kelak ada penerbangan langsung Jakarta-Waisai, Manado-Waisai, Makassar-Waisai dan bahkan ada penerbangan langsung dari luar negeri,” ujar Max L Sabarofex.

Sharing

Tinggalkan komentar