No More Rafale, India Akan Pilih F-16 atau Gripen

F-16 Block 70

New Delhi – Angkatan Udara India (IAF) telah memasukkan pesawat tempur F-16 dan Gripen Swedia ke dalam list mereka sebagai kandidat tambahan armada skuadron tempur yang masih kurang. Pemilihan antara dua jet tempur bermesin tunggal ini akan dilakukan dengan menggunakan model Kemitraan Strategis / Strategic Partnership (SP) dan tidak ada rencana segera untuk menggandakan lebih banyak pesawat bermesin ganda Rafale. “Kami saat ini fokus kepada mesin tunggal pada masalah pengadaan pesawat tempur dengan cara Strategic Partnership,” kata seorang pejabat kementerian pertahanan kepada The Indian Express. “Pengadaan pesawat tempur bermesin ganda tidak diprioritaskan sekarang karena fokus saat ini adalah pengadaan pesawat tempur tunggal.”

Kementerian Pertahanan telah menandatangani pesanan untuk 36 pesawat tempur Rafale dengan pemerintah Prancis pada September lalu, yang akan bergabung pada tahun 2023. Ada klausul tindak lanjut untuk membeli 36 pesawat lainnya sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, yang dapat dilakukan kemudian hari.

Pejabat tersebut mengatakan Permintaan untuk pengadaan pesawat mesin tunggal akan dikeluarkan dalam beberapa bulan untuk sekitar 100 pesawat tempur single engine, dari mana 18 akan dibawa ke India dalam kondisi utuh /terbang jauh. Sisanya akan diproduksi di bawah ‘Make in India’ dan akan mencakup transfer teknologi seperti yang dimandatkan dalam Model SP.

Pejabat tersebut mengkonfirmasi hanya dua pesawat yang tersedia di pasar global – F-16 dan Gripen – memenuhi persyaratan kriteria IAF. Lockheed Martin, produsen F-16, dan Saab, yang memproduksi Gripen, telah menunjukkan ketertarikan mereka untuk membawa jalur produksi mereka ke India. Tahun lalu, mereka telah mengajukan proposal mereka, yang dipelajari oleh IAF.

Gripen NG (Saab)

Kekuatan IAF berjumlah 42 skadron tempur “adalah kekuatan minimum yang diperlukan untuk mendominasi konflik dua front’, ujar Kepala Udara Marsekal BS Dhanoa kepada The Indian Express pada bulan Juni. IAF memiliki 32 skadron tempur dan bertugas mengatasi ancaman dua front dari China dan Pakistan. Kurangnya pesawat menempatkan kendala parah mirip dengan tim kriket yang bermain dengan tujuh pemain, bukan 11, kata Dhanoa.

Dengan pensiunnya pesawat tua, jumlahnya akan turun lebih jauh pada 2021. Pada saat itu, 11 skadron Mig-21 dan Mig-27, yang berusia 35 sampai 45 tahun, akan pensiun dari layanan.

Untuk mengurangi kekurangan tersebut, selain memilih antara F-16 dan Gripen, kementerian India sangat tertarik pada IAF yang mengakuisisi Tejas Light Combat Aircraft (LCA) buatan dalam negeri, satu pesawat tempur bermesin tunggal lainnya. IAF telah memesan dua skadron Tejas LCA dan sedang dalam proses menempatkan pesanan untuk empat skadron LCA tambahan. Namun, jalur produksi Hindustan Aeronautics Limited di Tejas tidak dapat menyediakan pesawat tepat waktu, sehingga kekurangannya sangat penting, untuk diisi. Indianexpress.com, 1/9/2017.

Sharing

Tinggalkan komentar