Sekjen PBB Puji Pasukan UNIFIL, AS Malah Mencela

Pasukan UNIFIL di Lebanon Selatan (UN)

New York – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Kamis 31-8-2017 menyambut baik pembaruan mandat misi pemelihara perdamaian PBB di Lebanon Selatan.

Dewan Keamanan (DK) PBB, Rabu 29-8-2017 dengan suara bulat mensahkan Resolusi 2373, yang memperpanjang mandat Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) selama satu tahun, sampai 31 Agustus 2018.

“Sekretaris Jenderal menyatakan bahwa UNIFIL, melalui kerjasama erat dengan Angkatan Bersenjata Lebanon, akan terus meningkatkan kegiatan operasionalnya guna secara efektif melaksanakan mandatnya,” kata Juru Bicara Guterres, Stephane Dujarric, di dalam satu pernyataan.

Sekjen PBB menekankan perlunya bagi semua pihak untuk mewujudkan ketenangan di Lebanon Selatan, untuk memusatkan perhatian pada sasaran gencatan senjata permanen dan untuk bertindak secara pro-aktif menangani semua masalah yang mengganjal antara Lebanon dan Israel, kata pernyataan itu, sebagaimana dilaporkan Xinhua. UNIFIL sudah memberi dukungan penuhnya kepada semua pihak dalam proses tersebut, ujar Antonio Guterres.

Antonio Guterres mengucapkan terima kasih kepada negara penyumbang tentara dan menyampaikan keyakinannya pada kepemimpinan dan staf misi itu. Sikap Antonio Guterres bertolak-belakang dengan sikap Duta Besar AS untuk PBB Niki Haley, yang menyerang UNIFIL dianggap gagal mencapai sasaran.

Nikki Haley dengan tajam mengkritik komandan pasukan perdamaian PBB di Lebanon, 26/8/2017, dengan mengatakan bahwa dia “buta” terhadap penyebaran senjata ilegal dan mengulangi seruan agar pasukan Unifil berbuat lebih banyak mengenai hal tersebut. Dia mengatakan tidak ada bukti yang sebenarnya terjadi.

Dengan misi penjaga perdamaian untuk pembaharuan minggu depan, Amerika Serikat telah mendesak untuk meningkatkan upaya untuk mengatasi apa yang Haley gambarkan sebagai “aliran besar senjata ilegal” ke Lebanon selatan yang didominasi Hizbullah, di mana tetangga Israel telah lama menarik diri dari kelompok militan tersebut yang beroperasi dengan impunitas.

Amerika Serikat mendesak peningkatan untuk mengatasi apa yang digambarkan Haley sebagai “aliran besar senjata ilegal” ke Lebanon selatan yang didominasi Hizbullah, di mana tetangga Israel telah lama mengeluhkan tindakan tersebut.

Pasukan UNIFIL dibentuk pada 1978. Misinya diperluas sesudah perang 2006 antara Israel dan Hizbullah, untuk memungkinkan tentara Lebanon mempunyai akses ke bagian Selatan negeri. Antara/Xinhua-OANA, 1-9-2017.

Tinggalkan komentar